Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Pemdes Titi Akar Kembali Salurkan BLT DD Kepada Masyarakat Miskin Ekstrim

47
×

Pemdes Titi Akar Kembali Salurkan BLT DD Kepada Masyarakat Miskin Ekstrim

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Titi Akar, Rupat Utara, Kompas 1 Net – Pemerintah Desa Titi Akar Kecamatan Rupat Utara Kabupaten Bengkalis kembali salurkan Dana Bantuan Langsung Tunai dari Dana Desa (BLT DD) kepada Masyarakat yang di ketegorikan miskin Ekstrim, untuk sebanyak 88 KK. Selasa 4,Maret 2023.

Penyaluran yang dilaksanakan di Gedung Aula pertemuan Berkat Mufakat Maju Bersama atau Kantor Desa ini dihadiri oleh Plt Kades Titi Akar Kaidir, Ketua BPD Athian, Pendamping Desa Susanto,SPD.i, Bhabinkhamtas dari Polsek Rupat Bripka N,Hutabarat serta para Kadus,RT, RW dan masyarakat penerima.

Adapun Masyarakat Penerima BLT tersebut berasal dari 4 Dusun,19 Rt dan 9 Rw yang ada di Desa tersebut, Penyaluran ini adalah penyaluran BLT DD 3 bulan tahap pertama yang disalurkan pada tahun ini sebanyak Rp.900 ribu.

Dalam pidato singkatnya pendamping Desa Susanto mengatakan Beda dengan Dana BLT Covid tahun yang dulu ,dana BLT tahun ini pengambilannya tidak bisa di wakilkan oleh siapapun dan harus nama sesuai KTP penerima yang mengambilnya, dan bagi yang sudah Uzur atau sakit pihak Desa akan datang kerumah – rumah alamat masing masing untuk membagikannya.

Bhabinkamtibmas Desa juga berkomentar bahwa masyarakat seyogyanya harus berterima kasih kepada pihak Pemerintah yang betul -betul memperhatikan rakyatnya, Menurutnya bantuan yang di dapat hendaklah betul betul dimamfaatkan untuk kepentingan hal hal yang positif, terangnya.

Selain itu Bhabinkamtibmas ini juga berpesan, karena sekarang ini musim kemarau yang lagi melanda, beliau mengajak para tokoh dan masyarakat bersama untuk mencegah karlahut khususnya bagi para petani yang di ladang, harapnya.

” Tolong segera mungkin beritahukan kepada kami baik kepala desa,Rt,Rw dan MPA kalau ada kebakaran lahan di desa kita ini biar cepat kita tangani bersama, dan bagi siapa yang memyebabkan Karhutla akan di proses hukum ” ujarnya lagi.

Sementara itu Kades Titi Akar sendiri, Kaidir berpesan kepada masyarakat yang mendapat bantuan BLT ini, agar dana yang di dapat dipergunakan sesuai kebutuhannya, dan dapat sedikit meringankan perekonomian masyarakat.

Dikatakan Kaidir lagi tahun kemaren 2022 BLT Covid penerimanya adalah sebanyak 262 keluarga, Tapi itu di kurangkan dan tinggal kini hanya 88 KK penerima saja, ini semuanya sudah di tinjau dengan tim pendamping Desa RT, RW dan Kepala Dusun, “Sesuai dengan ketetapan pemerintah setelah Dana Covid di hilangkan sekarang di ganti dengan Bantuan dana Ekstrim untuk masyarakat yang betul betul memerlukannya” tutupnya.

 

Indar.s


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.