Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Walikota Subulussalam Dorong Sekolah Rakyat Terintegrasi 28 Jadi Kafilah Mandiri MTQ X 2027

22
×

Walikota Subulussalam Dorong Sekolah Rakyat Terintegrasi 28 Jadi Kafilah Mandiri MTQ X 2027

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SUBULUSSALAM, Kompas 1 net  — Wali Kota Subulussalam H. M. Rasyid Bancin mendorong Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 28 Subulussalam tampil sebagai Kafilah Mandiri pada MTQ X Kota Subulussalam Tahun 2027 yang direncanakan berlangsung April/Mei mendatang. Dorongan tersebut disampaikan langsung saat pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SRT 28 di hadapan sekitar 1.000 peserta yang terdiri dari Forkopimda, SKPK, camat, kepala desa, tokoh agama, tokoh pendidikan, orang tua, tenaga pendidik dan kependidikan serta siswa.

Di hadapan peserta, Rasyid Bancin secara langsung mempertanyakan kepada Ketua LPTQ Kota Subulussalam, Jaminuddin. B, S.Pd.I.,M.Si., apakah SRT 28 dapat diikutsertakan sebagai Kafilah Mandiri pada MTQ X. Pertanyaan tersebut dijawab tegas, “Siap, Pak Wali.” Pernyataan itu menjadi sinyal kuat bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya diposisikan sebagai lembaga pendidikan sosial, tetapi juga diharapkan menjadi wadah baru dalam mencetak dan membina generasi Qur’ani di Kota Subulussalam.

Potensi tersebut semakin terbuka karena SRT 28 Subulussalam saat ini memiliki 416 peserta didik ditambah dengan para dewan guru. Seluruh potensi itu nantinya dapat dipetakan dan diseleksi untuk mengikuti berbagai cabang MTQ sesuai ketentuan, mulai dari tilawah, tahfiz, fahmil Qur’an, syarhil Qur’an, kaligrafi dan cabang lainnya. Dengan demikian, keikutsertaan SRT 28 sebagai Kafilah Mandiri tidak sekadar membawa nama lembaga, tetapi menjadi bagian dari proses pembinaan peserta didik secara terukur dan kompetitif.

Menindaklanjuti arahan Walikota, SRT 28 Subulussalam telah mengajukan permohonan resmi kepada LPTQ Kota Subulussalam melalui surat Nomor 400.3/419/SRT 28/VIII/2026 tanggal 31 Agustus 2026. Ketua LPTQ Kota Subulussalam Jaminuddin. B menyatakan, usulan tersebut akan dibahas melalui musyawarah LPTQ sesuai mekanisme yang berlaku. Jika disetujui, seluruh peserta didik yang akan mewakili SRT 28 wajib mengikuti proses seleksi berdasarkan kriteria, juknis dan persyaratan peserta MTQ yang ditetapkan.

Keikutsertaan SRT 28 sebagai Kafilah Mandiri diharapkan menjadi warna baru dalam MTQ X Kota Subulussalam 2027, sekaligus memperluas basis pembinaan generasi Qur’ani. Sekolah Rakyat tidak hanya ditargetkan melahirkan anak-anak yang unggul secara akademik, tetapi juga generasi yang dekat, mampu dan mencintai Al-Qur’an. Dari Sekolah Rakyat untuk generasi Qur’ani, dari Subulussalam untuk kejayaan Al-Qur’an.

Ramona, Kompas 1 net melaporkan.


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.