Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Pemdes Pangkalan Nyirih Bahas Tiga Agenda Strategis: Purna Tugas Kadus IV, Rembug Stunting hingga Pemenuhan BBM

7
×

Pemdes Pangkalan Nyirih Bahas Tiga Agenda Strategis: Purna Tugas Kadus IV, Rembug Stunting hingga Pemenuhan BBM

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PANGKALAN NYIRIH, Kompas 1 net  — Pemerintah Desa Pangkalan Nyirih menggelar musyawarah desa bersama masyarakat pada Minggu (31/8/2026). Dalam pertemuan tersebut dibahas tiga agenda strategis, mulai dari pelepasan purna tugas Kepala Dusun IV, pelaksanaan Rembug Stunting, hingga rencana pemenuhan kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) bagi masyarakat.

Musyawarah ini menjadi wadah Pemerintah Desa Pangkalan Nyirih untuk menampung aspirasi masyarakat sekaligus mencari solusi terhadap berbagai kebutuhan dan persoalan yang berkembang di desa.

Apresiasi untuk Purna Tugas Kadus IV

Kepala Desa Pangkalan Nyirih Mursalin, S.Pd.I dalam sambutannya menyampaikan bahwa ketiga agenda tersebut memiliki arti penting bagi pemerintahan dan masyarakat desa.

“Hari ini kita memiliki tiga agenda khusus yang sangat penting. Salah satunya pelepasan purna tugas Kepala Dusun IV, Bapak Raguswoto, yang telah memberikan pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat. Selanjutnya tugas tersebut akan dilanjutkan oleh Saudara Ponijan sebagai Plt. Kepala Dusun IV”

— Mursalin, S.Pd.I
Kepala Desa Pangkalan Nyirih

Kades Mursalin menyampaikan apresiasi atas pengabdian Raguswoto selama menjabat dan berharap pejabat baru dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta memberikan pelayanan terbaik.

Rembug Stunting dan Pencegahan

Agenda kedua yang dibahas adalah Rembug Stunting. Ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah desa dalam pencegahan dan penanganan stunting serta peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak.

Usulkan 3 Program Pemenuhan BBM Masyarakat

Agenda ketiga yang menjadi perhatian adalah rencana pemenuhan kebutuhan BBM masyarakat. Mengingat BBM sangat vital untuk aktivitas sehari-hari dan ekonomi produktif, Pemdes mengusulkan tiga program strategis:

1. Pertashop / Pertasol
Diharapkan dapat mempermudah masyarakat memperoleh BBM secara resmi, mudah dijangkau, dan sesuai ketentuan.

2. Program Kampung Nelayan
Bentuk dukungan kepada masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup pada sektor perikanan. Cakupannya meliputi peningkatan sarana prasarana, pemberdayaan nelayan, dan pengembangan ekonomi masyarakat pesisir.

3. Penugasan Pengecer XStar
Untuk BBM jenis Solar dan Pertalite. Diharapkan dapat membantu nelayan, petani, pelaku usaha, dan masyarakat mendapatkan BBM lebih mudah dan terjangkau.

“Untuk BBM, kita akan membahas usulan Pertashop/Pertasol, Kampung Nelayan, serta penugasan pengecer XStar untuk BBM jenis Solar dan Pertalite”

— Mursalin, S.Pd.I
Kepala Desa Pangkalan Nyirih

Pemerintah Desa Pangkalan Nyirih berharap usulan tersebut dapat menjadi perhatian dan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan Pemerintah Kecamatan, Kabupaten, serta instansi terkait. Seluruh program tetap akan dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kegiatan musyawarah ditutup dengan sesi foto bersama dan makan bersama sebagai simbol kebersamaan antara pemerintah desa dan masyarakat.

“Kami berharap melalui musyawarah ini dapat diperoleh usulan dan kesepakatan yang bermanfaat bagi masyarakat Desa Pangkalan Nyirih”

Indra. S, Melaporkan.


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.