Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

80,6 Persen Warga Sudah Online, Wamen Nezar Patria: Indonesia Jangan Cuma Jadi Pasar Digital

13
×

80,6 Persen Warga Sudah Online, Wamen Nezar Patria: Indonesia Jangan Cuma Jadi Pasar Digital

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA, Kompas 1 net  — Sebanyak 80,6 persen penduduk Indonesia telah terhubung ke internet. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan jumlah tersebut harus menjadi modal bagi Indonesia untuk menjadi pemain dalam ekosistem digital, bukan sekadar pasar bagi produk dan platform global.

“Dengan jumlah ini kita punya market power luar biasa. Jangan hanya berhenti pada market power. Kita harus bisa menjadi pemain yang signifikan dalam ekosistem digital yang sedang bertumbuh cukup dahsyat”

— Nezar Patria
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital

Pernyataan tersebut disampaikan Wamen Nezar saat menghadiri peringatan 20 tahun Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) di Gedung SMESCO, Jakarta Selatan, Selasa (01/09/2026).

Perkuat Penggunaan Domain .id

Menurut Wamen Nezar, salah satu bagian penting dari posisi Indonesia di ruang digital adalah penggunaan domain .id. PANDI mencatat jumlah domain .id kini telah mencapai sekitar 1,5 juta.

Oleh karena itu, Pemerintah bersama PANDI dan industri perlu memperluas penggunaan .id untuk UMKM, institusi pendidikan, dan layanan publik.

“Pemerintah bersama PANDI dan industri perlu memperluas adopsi domain .id bagi UMKM, institusi pendidikan, hingga layanan publik”

— Nezar Patria
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital

Bawa Bahasa dan Budaya ke Internet

Wamen Nezar juga melihat .id sebagai ruang untuk membawa kekayaan bahasa dan budaya Indonesia ke internet. Ia mencontohkan aksara dan bahasa Bali yang saat ini sudah dapat digunakan dalam domain .id.

“Domain .id ini bukan cuma dua huruf, ID. Di belakang itu adalah simbol dan kekayaan culture, knowledge, dan wisdom Nusantara”

— Nezar Patria
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital

Menurutnya, kehadiran bahasa dan aksara daerah di ruang digital semakin penting ketika generasi muda lebih mudah mengenal budaya asing melalui internet.

Keamanan dan Akses Inklusif

Di tengah pertumbuhan penggunaan domain, Wamen Nezar juga meminta aspek keamanan masuk sejak perancangan layanan. Layanan berbasis .id harus memperhatikan risiko penipuan, konten berbahaya, eksploitasi anak, serta pengumpulan data yang tidak sesuai ketentuan.

Ia juga meminta PANDI membangun pertukaran data dengan registry, registrar, penyelenggara jasa internet, lembaga keamanan siber, dan tim respons insiden untuk mendeteksi serta menangani penyalahgunaan domain.

Selain keamanan, Wamen Nezar menekankan akses domain .id harus tetap terbuka, inklusif, interoperable, dan terjangkau. Kesiapan universal acceptance juga diperlukan agar nama domain dengan beragam bahasa dan aksara dapat digunakan secara luas.

Sumber: Siaran Pers No. 175/HM-KKD/9/2026, Biro Humas Kementerian Komdigi


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.