Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Jaringan PT PLN (Persero) di Pekan Tua Desa Tolam Sudah Selesai Dikerjakan Tetapi Tak Kunjung Dioperasikan,Jangan Paksa Kami Lakukan Aksi.

81
×

Jaringan PT PLN (Persero) di Pekan Tua Desa Tolam Sudah Selesai Dikerjakan Tetapi Tak Kunjung Dioperasikan,Jangan Paksa Kami Lakukan Aksi.

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PelalawanMasyarakat yang berada di Dusun Pekan Tua,SP1 Desa Tolam dan Masyarakat SP 2 Kelurahan Pelalawan Kecamatan Pelalawan Kabupaten Pelalawan, Riau.Sudah mulai bosan dengan kinerja PT PLN (Persero) Pekanbaru. Pasalnya sudah hampir 2 tahun pekerjaan jaringan tegangan menengah (TM) dan jaringan tegangan rendah berikut trafo sudah selesai semua di kerjakan, namun tak kunjung di operasikan, padahal harapan dan kerinduan kami akan penerangan arus listrik sudah di depan mata tak juga dapat di nikmati masyarakat. Minggu (16/10/2022).

Salah seorang warga SP 2, Amdi mengatakan,. jaringan PLN sudah lama selesai, bahkan sebagian rumah warga sudah di pasang instalasi.

Tidak itu saja, sebagian warga sudah pula ada yang membayar biyaya pasang listrik ke pihak panitia yaitu Angga yang berada di dusun pekan tua.

Tolong, jangan paksa kami (Masyarakat) untuk melakukan aksi atas kinerja PT PLN (Persero),.sabar kami ada batasnya,” ucapnya dengan nada kesal

Pihak panitia Angga berulang kali di hubungi awak media ini melalui seluler 0852-9947-13xx (WhatsApp) tidak ada jawaban.

Kepala Desa Tolam Rupardi melalui selulernya 0823-8941-9xxx (WhatsApp) membalas,” membenarkan bawah pekerjaan jaringan PT PLN (Persero).sudah lama selesai di kerjakan namun belum juga dioperasikan.

“Informasi yang saya dapat dari pihak PT PLN beberapa waktu yang lalu, ada.sedikit masalah jaringan TM yang terpasang sehingga belum bisa dioperasikan.secara maksimal.

Besok kita tanyakan kembali ke pihak PT PLN (Persero) apa sebab jaringan tidak juga segera di operasikan, padahal masyarakat sangat berharap sekali penerangan ini.untuk segera di aktifkan,”ucap Kades Tolam Rupardi.

Salah seorang mantan pegawai PT PLN (Persero) yang tak mau di publikasikan namanya di media ini mengatakan,” kalau di runut dari awal waktu pekerjaan jaringan PLN ni, pastinya pelaksanaan pekerjaan ini sudah ada serah terima pekerjaan antar pihak Kontraktor PLN dengan pihak manajemen.

Kalaupun jaringan sudah siap namun belum bisa di operasikan, pastinya ada masalah besar di Jaringan yang di.kerjkan oleh pihak kontraktor PLN,” jelasnya.

Hal ini tidak bisa di biarkan berlarut – larut terlalu lama, ini bisa merugikan semua pihak termasuk masyarakat yang akan menjadi calon pelanggan PT PLN ,” imbuhnya.**(Dian)

Bersambung…

Editor / K1N


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.