Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Hadiri Rapat Kerja Kades Se-Kabupaten Merangin, Ini Kata Camat Bangko Anggie Yuwana..!

46
×

Hadiri Rapat Kerja Kades Se-Kabupaten Merangin, Ini Kata Camat Bangko Anggie Yuwana..!

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Merangin, Kompas 1 net- Sebanyak 205 Kepala Desa (kades) di tambah Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan 24 orang Camat Kabupaten Merangin termasuk Kecamatan Bangko mengikuti Rapat Kerja (Raker) yang diselenggarakan di Gedung Serbaguna Desa Pinang Merah Kecamatan Pamenang Barat Kabupaten Merangin, Kamis 19 September 2024.

Acara Raker tersebut dipimpin langsung oleh PJ Bupati Merangin H.Mukti Sai’id SE.ME yang dihadiri oleh Gubernur Jambi H. al- Haris Said dan Ketua TP-PKK Provinsi Jambi Hj Hesnidar Al-Haris SE, Ketua TP-PKK Kabupaten Merangin Dr Hj Indriani Mukti sa’id, Sekda Kabupaten Merangin Fajarman, Kadis DPMD Kabupaten Merangin, Andrie Fransusman. S.STP , Forkopimda Kabupaten Merangin, Camat se-Kabupaten Merangin, Kades, BPD, dan Sejumlah Ketua OPD Kabupaten Merangin.

Dalam sambutannya PJ Bupati Merangin mengucapkan terima kasih kepada seluruh Kades, BPD dan Camat yang ikut hadir pada acara Raker di desa pinang merah.

” Alhamdulillah, dan terimakasih kepada seluruh Kades, BPD dan camat Merangin yang hadir semua pada kesempatan ini, yang tadi pagi kita awali dengan senam sehat secara bersama,” ucap PJ Bupati.

Disamping penguatan kinerja para Kades, Raker ini juga merupakan suatu motivasi untuk mempertajamkan pencegahan tindak korupsi di dalam Desa, bagaimana cara desa mengelola keuangan Desa yang baik, sehingga tidak kepala desa yang ikut terjerumus dalam penyalahgunaan dana desa yang telah dikucurkan oleh Pemerintah Pusat.

Pada kesempatan ini, PJ Bupati Merangin juga mengingatkan para kepala desa, BPD, Camat Lurah dan ASN (aparatur sipil negara) lainnya untuk selalu tetap Netralitasnya pada saat pelaksanaan Pilkada serentak 2024 di kabupaten Merangin.

“Saya ingatkan lagi kepada para Kades, BPD, Camat, Lurah dan para ASN lainnya, jangan ada yang terlibat dalam politik praktis, ingat sanksinya sudah jelas dan banyak yang mengawasinya bukan hanya bawaslu tapi juga insan Pers,” tegas Mukti.

Terpisah, Anggie Yuwana S.STP selaku Camat Kecamatan Bangko yang juga mengikuti acara Raker ini, dalam wawancaranya dengan awak media ini Anggie Yuwana menyebutkan bahwa Raker ini sangat penting untuk para Kades, BPD, Lurah dan ASN lainnya agar Netralitas didalam proses pelaksanan pilkada di bulan November nanti.

“Saya juga berharap kepada seluruh Kades, BPD, Camat, Lurah, dan ASN lainnya, agar nantinya tidak ikut campur didalam proses pelaksanaan Pilkada serentak 2024 yang dilaksanakan pada bulan November nanti, ingat bagi siapa yang terlibat dalam pilkada ini sanksinya kita sudah sama-sama mengetahui,” tandas Anggie.**

 

Penulis.Tores**


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.