Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Diikuti Seluruh TP PKK Kecamatan, Bupati Rohil Buka Lomba Memasak Serba Ikan 

28
×

Diikuti Seluruh TP PKK Kecamatan, Bupati Rohil Buka Lomba Memasak Serba Ikan 

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Rohil, Kompas 1 Net – Bupati Rokan Hilir (Rohil) Afrizal Sintong SIP, M.Si secara langsung membuka lomba memasak serba ikan yang ditaja Dinas Perikanan dan diikuti seluruh Tim Penggerak PKK Kecamatan, Selasa (22/8/2023).

Lomba memasak serba ikan yang diselenggarakan di samping kantor Dekranasda tersebut dihadiri Sekda Rohil H Fauzi Efrizal, Kajari Rohil Yuliarni Appy SH MH, Ketua PKK Sanimar Afrizal, para Kepala OPD, Kabid Perikanan Provinsi Riau Wiwik Puji Rahayu, Kapolsek Bangko, para Camat dan berbagai unsur lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Rohil Afrizal Sintong mengatakan bahwa, dengan perlombaan memasak itu secara bersama – sama berkumpul dan memadupadankan tekad dan niat kita untuk memajukan kesejahteraan kabupaten Rokan Hilir melalui peningkatan konsumsi ikan yang telah diakui manfaatnya bagi kesehatan serta kecerdasan oleh para ahli gizi.

Sebab kata Bupati, untuk membangun sesuatu yang besar tentunya harus dimulai dari yang kecil terlebih dahulu. Demikian juga halnya untuk meningkatkan konsumsi ikan masyarakat tentunya haruslah dimulai dari peningkatan konsumsi ikan di keluarga.

“Sebagai mana kita ketahui bersama, keluarga adalah bagian terkecil dari masyarakat yang merupakan komponen utama dalam hal penyediaan sumberdaya manusia yang unggul dan kompetitif, yang akan mempengaruhi berhasil atau tidaknya apa yang telah dicita-citakan oleh pendiri negara ini,” kata Bupati.

Untuk menghasilkan sumberdaya manusia yang unggul dan berdaya saing serta berkarakter terang Bupati, maka pembangunan dan pembinaan fisik dan mental haruslah dimulai dari keluarga.

“Agar generasi penerus bangsa dapat diandalkan dimasa yang akan datang, maka bukan saja generasi yang cerdas dan sehat saja yang diperlukan tetapi juga mempunyai mental dan perilaku atau akhlak yang baik. asupan yang sehat dan bergizi bermanfaat untuk pertumbuhan fisik dan membentuk kecerdasan anak kehalalan makanan sangat berpengaruh terhadap mental dan perilaku atau akhlak anak,” paparnya.

Untuk meningkatkan konsumsi ikan di kabupaten Rokan Hilir tambah Bupati, maka membudayakan makan ikan dikalangan anak – anak dan generasi muda adalah satu keharusan. melalui gerakan memasyarakatkan makan ikan (gemarikan) diharapkan tumbuh kesadaran baik individu maupun kolektif masyarakat untuk gemar mengkonsumsi ikan yang aman dan sehat dengan melibatkan seluruh elemen bangsa.

Dimana sambung Bupati, salah satu implementasi gemarikan adalah melalui promosi edukatif peningkatan konsumsi ikan dalam bentuk lomba masak serba ikan yang dilaksanakan secar berjenjang dari tingkat kabupaten/kota hingga nasional.

“Terkait lomba menu, kita semua sama- sama menyadari bahwa konsumsi sehari-hari kita senantiasa dikaitkan dengan protein. karena protein merupakan unsur pembangun dari ketiga triguna makanan,” jelasnya.

WNPG (Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi) merekomendasikan angka kecukupan gizi perkapita perhari = 57 gram protein per kapita perhari yang harus kita penuhi. Selain sumber protein, berdasarkan penelitian ternyata ikan juga mengandung berbagai zat yang sangat bermanfaat bagi kesehatan.

“Untuk menjadikan ikan sebagai menu sehari-hari kita, tentunya dibutuhkan kreativitas agar ikan yang kita konsumsi, setidaknya memenuhi standar dan norma angka kecukupan gizi, disajikan secara segi rasa yang enak dan higienis, ” katanya.

Bupati berharap, dengan kegiatan lomba menu berbahan dasar ikan, mudah-mudahan dapat dijadikan wahana pembelajaran dalam mengasah kemampuan memasak, mengolah cita rasa ikan menjadi lebih baik.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada Dinas Perikanan Rohil yang telah menyelenggarakan lomba Memasak Serba Ikan tersebut. Ia juga meminta agar dewan juri bekerja secara profesional dalam memberikan penilaian terhadap peserta lomba.

Setelah melalui proses dan penilaian yang panjang, akhirnya lomba memasak serba ikan dimenangkan oleh Juara l Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan, Juara ll Kecamatan Rimba Melintang serta Juara lll Kecamatan Tanah Putih.

Sementara juara harapan l diraih oleh Kecamatan Simpang Kanan, harapan ll Kecamatan Kubu Babu Salam dan harapan lll Kecamatan Bagan Sinembah Raya.

Bupati menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pemenang lomba memasak serba ikan dan berharap ke depan terus ditingkatkan setiap tahunnya.

“Juara l lomba masak serba ikan tingkat Kabupaten Rohil nantinya akan menjadi perwakilan Rohil untuk mengikuti lomba masak serba ikan tingkat Provinsi Riau,” pungkasnya.


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.