Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Bupati Rohil Lantik 3 Pj Penghulu di Desa Bhakti Makmur 

61
×

Bupati Rohil Lantik 3 Pj Penghulu di Desa Bhakti Makmur 

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Rohil, Kompas 1 Net– Bupati Rohil Afrizal Sintong SIP MSi lantik 3 Pj Penghulu yakni di Kepenghuluan Bhakti Makmur Kecamatan Bagan Sinembah Kabupaten Rokan Hilir, Sabtu 14/10/2023 Pukul 16.00 Wib.

Adapun 3 Kepenghuluan yang dilantik Bupati,  yakni, Kepenghuluan Bhakti Makmur, Saudara Sujarno, Kepenghuluan Balam Jaya saudara Hartono dan Kepenghuluan Lubuk Jawi saudara Junaidi Kecamatan Bagan Sinembah.

Bupati Rokan Hilir Afrizal Sintong SIP MSi dalam paparanya menjelaskan, para Pjs yang telah diangkat dan telah disahkan, sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

” Kami yakin dan percaya atas sumpah yang diberikan kepada yang dilantik pada hari ini, akan menjalankan tugas dan fungsinya selaku pejabat Pemkab Rokan Hilir, yang mana sudah diatur dengan UU 45,”sebut Bupati.

Kemudian kepada tokoh masyarakat, dan tokoh adat, baik itu masyarakat luas, agar kiranya saling membantu dan bekerja sama dengan para Pjs penghulu yang sudah dilantik,”harap Bupati.

Lanjut Bupati, kepada penjabat yang dilantik, agar mampu menjalankan tugasnya dengan amanah dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat di desanya masing-masing,”terang Bupati.

Tokoh masyarakat Kepenghuluan Bhakti Makmur Purwoto saat dikonfirmasi awak media melalui pesan singkat Whatshappnya atas acara pelantikan Pj Penghulu mengatakan, Alhamdulilah, Bapak Bupati telah melantik 3 Pj Penghulu di 2 Kecamatan, yaitu, Kecamatan Balai Jaya dan Kecamatan Bagan Sinembah.

” Kami mewakili masyarakat Bagan Sinembah, khususnya di Kepenghuluan Bhakti Makmur, kami berharap kepada Pj Penghulu yang dilantik ikut melaksanakan visi dan misi Bapak Bupati Rokan Hilir sesuai dengan tupoksinya,”kata Purwoto.

Selain itu juga, kepada Pj harus bisa melayani dan memperhatikan kepentingan masyarakat pada umumnya, sesuai dengan juknis yang telah ditentukan.

“Pj Penghulu harus bisa menggunakan anggaran dengan baik, baik itu anggaran dari pusat maupun anggaran dari Kabupaten, sesuai dengan perda peraturan desa yang telah ditetapkan pemerintah.

Kami mewakili masyarakat akan mendukung dan ikut serta bersinergi dalam jalannya kepemerintahan desa Kepenghuluan Bhakti Makmur Kecamatan Bagan Sinembah ini,”tutur Purwoto.


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.