Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

BUMDes Bersama Kecamatan Pangkalan Kuras Akan Segera Terbentuk

135
×

BUMDes Bersama Kecamatan Pangkalan Kuras Akan Segera Terbentuk

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pelalawan – Camat Pangkalan Kuras Sri Nursari hadiri kegiatan sosialisasi (Musyawarah) perencanaan pembentukan Badan usaha milik desa bersama (Bumdesama) Kecamatan Pangkalan Kuras yang berlangsung di Aula Desa Palas pada hari Selasa 12 Juli 2022..

Turut hadir di acara sosialisasi, Camat Pangkalan Sri Nursari berserta rombongan, Kepala Desa Palas Samsari,A.S. Ketua BPD Desa Palas Sianturi beserta staf dan Pendamping Desa, Ketua Bumdes Palas Andi Sasongko,AP. Tokoh masyarakat serta keterwakilan dari Perempuan.

Ketua Pendamping Desa , Arif mengatakan,” bahwa Bumdesma nantinya merupakan Transformasi dari PNPM yang sudah ada, Dan sekarang berubah namanya menjadi Bumdesa Bersama (Bumdesma)

Bumdesma merupakan gabungan dari beberapa desa yang mau untuk menanamkan modalnya dalam Bumdesma nantinya sehingga desa memiliki dua Bumdes yaitu Bumdesma dan Bumdes itu sendiri yang nanti akan bersinergi,”paparnya.

Pada pemaparan dari Ketua Pendamping Desa, Arif mengatakan,” bahwa Bumdesma merupakan Transformasi dari PNPM yang sudah ada dan sekarang berubah menjadi Bumdesa bersama atau disingkat Bumdesma.

Bumdesma merupakan gabungan dari beberapa desa yang mau untuk menanamkan modalnya dalam Bumdesma nantinya sehingga desa memiliki dua Bumdes yaitu Bumdesma dan Bumdes itu sendiri yang nanti akan bersinergi.”katanya

Dari PNPM yang sudah berjalan dan nantinya akan menjadi Bumdesma Desa Palas yang merupakan pemegang kelompok PNPM terbesar dan paling aktif bertahan sampai sekarang.

Dimana, dari 70 kelompok terdiri dari 16 Desa di Kecamatan pangkalan Kuras 22 kelompok PNPM berada di Desa Palas ,” terangnya.

Bumdes Bersama harus bisa bersinergi dengan Bumdes yang sudah ada di desa sehingga bisa lebih maju dan berkembang bersama,”tutupnya Arif.

Kepala Desa Palas Samsari, Saat mendengar bahwa 22 kelompok berada di desanya menyampaikan,” sangat mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada pengelola PNPM.

Berharap sangat agar nantinya bisa lebih ditingkatkan lagi sehingga bisa membawa nama baik Desa dan Kecamatan Pangkalan Kuras tetap terjaga dengan baik setrusnya,” pinta Kepala Desa Samsari,AS.

Camat Pangkalan Kuras Nur Seri dalam sambutannya mengatakan,” sangat mengapresiasi kelompok PNPM di Desa Palas yang merupakan kelompok terbesar yaitu sebanyak 22 kelompok dan masih aktif sampai sekarang.

Berharap kedepannya, Bumdes Bersama harus bisa bersinergi dengan Bumdes yang sudah ada di desa – desa sehingga bisa lebih maju dan berkembang bersama,”tutupnya.

Di sesi tanya jawab, para undangan yang hadir terutama dari pengelola Bumdes Palas Bertuah Andi P Sasoko mengharapkan,” bisa seiring berjalan dengan Bumdes bersama yang di kelola eks UPK Kecamatan Pangkalan Kuras,* imbuhnya (Tim).


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.