Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Guna Memaksimalkan Tugas,TP-PKK Kecamatan Bandar Petalangan Gelar Rapat Rutin Bulanan

75
×

Guna Memaksimalkan Tugas,TP-PKK Kecamatan Bandar Petalangan Gelar Rapat Rutin Bulanan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Bandar Petalangan – Sebagai upaya meningkatkan serta memaksimalkan tugas, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kecamatan Bandar Petalangan menggelar rapat rutin bulanan dengan TP-PKK Desa dan Kelurahan se-Kecamatan Bandar Petalangan, kegiatan di laksanakan, di gedung Serba Guna Penghulu Mudo Muhammad Syafe’i, pada hari Kamis (17/11/2022).

Hadir dalam kegiatan pertemuan rutin ini ketua TP.PKK Kecamatan Bandar Petalangan Eliya Sari Dewi,S.Pd beserta anggota, sebagai penceramah ustad Syaiful Rahman,S.Pd dan ketua TP.PKK desa dan kelurahan beserta kader se- kecamatan Bandar Petalangan.

Ketua TP-PKK Kecamatan Bandar Petalangan Eliya Sari Dewi,S.Pd. Dalam sambutan nya mengatakan, rapat TP-PKK rutin bulanan digelar bertujuan untuk membahas berbagai hal seperti kegiatan setiap Kelompok Kerja (Pokja).

“Setiap Pokja PKK memiliki tugas dan fungsi masing-masing, seperti Pokja I yang membidangi pendidikan masyarakat, Pokja II membidangi kesehatan, Pokja III membidangi pengelolaan sandang, pangan dan perumahan sekaligus tata laksana rumah tangga dan Pokja IV yang membidangi kesehatan.

Ia menambahkan, pertemuan rutin PKK ini selain sebagai wadah pembinaan juga merupakan sarana silaturahmi dan evaluasi program kegiatan serta pencerahan tentang ilmu agam Islam yang akan disampaikan oleh ustadz Syaiful Rahman,S.Pd,”ungkapnya

“Di sini kita bisa mendapatkan pembinaan juga informasi yang bermanfaat. Karena itu saya mengimbau agar semua kader aktif mengikuti pertemuan bulanan.

Sehingga melalui pertemuan rutin ini akan selalu ada informasi baru terkait program dan kegiatan PKK yang tertuang dalam 10 Program Pokok PKK yang dilakukan oleh Pokja,”imbuhnya

 

Editor

 

 

Sumb : Nazar Efendi,S.Pd I Kontributor Kec : Bandar Petalangan.


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.