Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Pelatihan Tata Kelola BUMDes Desa Kadur Ditingkatkan Lewat Pelatihan Resmi

72
×

Pelatihan Tata Kelola BUMDes Desa Kadur Ditingkatkan Lewat Pelatihan Resmi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Rupat,Kompas 1 net — Pemerintah Desa Kadur, Kecamatan Rupat Utara, menggelar Pelatihan Tata Kelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas manajemen usaha desa. Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Kadur ini dipimpin langsung oleh Kepala Desa Kadur, Jaironi, S.Sos, dan mendapat perhatian luas dari berbagai unsur masyarakat.

Pelatihan tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah desa dalam memperkuat kapasitas BUMDesa agar mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal, menciptakan peluang usaha baru, serta mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Kecamatan Rupat Utara, Gauk Rijal, yang memberikan dukungan penuh terhadap upaya Desa Kadur mengembangkan lembaga ekonomi desa secara lebih profesional.

Dua narasumber dari Kabupaten Bengkalis memberikan paparan materi penting terkait pengelolaan BUMDesa, yaitu, Panca Dharma Pasaribu dan . Jecke Adrian, SSTP

Keduanya menyampaikan berbagai strategi pengelolaan BUMDesa yang modern, transparan, dan sesuai regulasi, termasuk penguatan kelembagaan, pengembangan unit usaha potensial, serta tata kelola keuangan yang akuntabel.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD), seluruh staf desa, perangkat desa, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda. Kehadiran beragam unsur masyarakat ini menunjukkan tingginya dukungan terhadap pengembangan BUMDesa Kadur ke arah yang lebih maju.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Jaironi menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas pengelolaan BUMDesa:

BUMDesa harus menjadi wadah ekonomi yang berdaya, dikelola dengan baik, serta mampu membuka peluang usaha bagi masyarakat. Melalui pelatihan ini, kita berharap BUMDesa Kadur semakin profesional dan bermanfaat.”

Sesi diskusi berlangsung aktif dan interaktif. Para peserta antusias membahas peluang pengembangan unit usaha, mekanisme kerja yang efektif, hingga potensi kerja sama dengan berbagai pihak. Pelatihan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan lembaga ekonomi desa yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Penulis: Indra.s


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.