Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Pemkab Apresiasi Polres Inhil Inisiasi Silaturahmi Paslon Pilkada 2024

45
×

Pemkab Apresiasi Polres Inhil Inisiasi Silaturahmi Paslon Pilkada 2024

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Inhil, Kompas 1 net – Dalam rangka menciptakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) damai, Polres Indragiri Hilir (Inhil) mengundang seluruh Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati serta perwakilan partai politik, dan para stakeholder, untuk meningkatkan jalinan persaudaraan dan kesadaran mewujudkan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).

Kegiatan dimulai dengan ungkapan komitmen bersama oleh Paslon Bupati dan Wakil Bupati , dimulai dari pasangan Suhaidi – Syamsuddin Uti, Herman-Yuliantini, Mimi Lutmila– Sufian dan Ferryandi – Dani Nursalam.

Inisiasi Polres Inhil tersebut mendapat apresiasi Pemkab Inhil, pernyataan Paslon Bupati dan Wakil Bupati menjadi penyejuk di tengah-tengah perbedaan pilihan.

“Saya merasakan suasana akrab, kesantunan dan hangat dari pernyataan masing-masing Paslon. Walaupun pilihan berbeda, sejatinya kita adalah satu kesatuan. Salah satu cara menjaga persatuan saat ini, dengan memanfaatkan Sosial Media sebagai sarana kampanye dan sosialisasi, bukan untuk menyebar fitnah”, ungkap Junaidi Ismail, Asisten Perekonomian dan Pembangunan saat mewakili Penjabat Bupati.

Kapolres Inhil AKBP Budi Setiawan diwakili Wakapolres katakan, acara ini diharap mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menciptakan Pilkada damai.

“Pilkada ini menimbulkan persaingan yang berpeluang munculnya konflik, maka masyarakat sangat berperan menjaga keharmonisan, jangan mudah terpengaruh dengan ajakan untuk memecah belah persatuan. Polres Inhil sendiri telah melaksanakan Cooling System untuk menjaga kondusifitas dan terpeliharanya Kamtibmas,“ ungkap Wakapolres Kompol Rizki Hidayat.

Sementara, Dandim 0314/Inhil Letkol Inf Fikky Nur Kuncoro Jati meyakini, Pilkada Inhil akan berjalan damai dengan komitmen para Paslon dan masyarakatnya yang berbudaya.

“Saya percaya dengan kedewasaan para Paslon, ditambah masyarakat kita yang kental dengan budaya melayu mampu mewujudkan situasi yang damai, buktinya masyarakat Inhil yang beragam Suku dan Agama mampu hidup rukun” ujar Dandim.


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.