Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Lantik IGORNAS, Bupati Rohil Yakin Mampu Cetak Atlit Dimasa Depan

51
×

Lantik IGORNAS, Bupati Rohil Yakin Mampu Cetak Atlit Dimasa Depan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Diskominfotik Rohil, Kompas 1 Net– Bupati Rokan Hilir, Afrizal Sintong yakin jika seluruh atlit yang dibina sejak sekolah dasar, bukan tidak mungkin dimasa depan, Rokan Hilir akan masuk dalam urutan tiga besar. Dan itu membutuhkan tangan dingin pelatih yang berasal dari guru olahraga di mana atlit tersebut menuntut ilmu.

“Melalui organisasi ini, insha Allah semua siswa dari SD sampai SMA akan termotivasi untuk menggapai prestasi,” kata Bupati usai melantik pengurus Ikatan Guru Olahraga Nasional (Igornas) cabang Rokan Hilir, Kamis (20/7/2024) digedung Misran Rais, Bagansiapiapi, Rokan Hilir, Riau.

Bupati menyebutkan, pemerintah berupaya maksimal untuk mendongkrak prestasi olahraga di Rokan Hilir baik melalui pengiriman atlet maupun mengalokasikan anggaran bantuan melalui organisasi keolahragaan.

” Tahun kemarin kita sudah alokasikan anggaran Rp 5 Miliar untuk KONI, tapi kita masih saja kita bertengger diurutan ke 10 besar. Saya berharap melalui Igornas ini dapat membantu ranking kita minimal urutan tiga besarlah,” pintanya.

Menurutnya, seluruh guru olahraga yang tergabung dalam Igornas tentu lebih memahami psikologi anak didiknya untuk ditempa menjadi atlit. Dirinya juga menginginkan seluruh guru olahraga mendapatkan tambahan pengetahuan dengan menjalani program trainee yang bekerjasama dengan KONI.

” Kalau tugas kami sebagai pemerintah nanti bagaimana mendanai setiap ada event olahraga. Termasuk individu pelatihnya akan kami perhatikan, jika perlu seluruh guru olahraga nanti kita ajukan formasi untuk diangkat menjadi PPPK,” cetusnya.

Dia berharap, semoga atlet olahraga di Rohil akan semakin jaya dan harapannya bukan saja terjun di kancah seleksi Porda, tapi kalau bisa berkiprah menjadi atlet PON mewakili Riau.

Sementara itu, ketua Igornas Rohil, Bambang Sudarman mengatakan, organisasi ini lahir setahun yang lalu di Jakarta. Untuk Riau, baru Bengkalis dan Rohil yang terbentuk

Bambang mengutarakan, untuk mencetak atlit tidak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh support dari stake holder baik Dinas Pendidikan dan Dispora.

” Didalam kepengurusan Irgonas, ada pelatih bola kaki, Renang, Badminton serta wasit Pon dan wasit Nasional,” terangnya

Acara pelantikan Irgonas dihadiri Sekda, Kadis Pariwisata, Kadis Pendidikan, Kepala Kemenag, Kepala Kesbangpol, Ketua Koni, ketua TP PKK Rohil dan guru olahraga se-Kabupaten Rohil. (Rilis)


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.