Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Bupati Rohil Lantik Pengurus dan Pengawas BUMD SPR

105
×

Bupati Rohil Lantik Pengurus dan Pengawas BUMD SPR

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Rohil, Kompas 1 Net- Bupati Rokan Hilir (Rohil) Afrizal Sintong melantik dewan pengawas dan kepengurusan yang baru badan usaha milik daerah (BUMD) sarana pembangunan Rohil (SPR) periode 2023-2027, Selasa (7/11/2023) sore di mess Pemda Bagansiapiapi.

Adapun susunan pengurus yang baru dilantik diantaranya, Tiswarni SPd MSi sebagai Ketua Dewan Pengawas, Agus Salim SL dan Rugiantoro SPd sebagai Anggota Dewan Pengawas. Sementara untuk Direktur Utama dijabat oleh Rahman SE dan Mahendra Fakhri SE selaku Direktur Keuangan BUMD SPR.

Pelantikan ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan oleh Bupati Rohil Afrizal Sintong selaku kuasa pemilik modal SPR. Selanjutnya, dilakukan penandatanganan dan pembacaan fakta integritas oleh pengurus yang baru dilantik.

Turut hadir dalam pelantikan itu, Plt BUMD SPR yang lama Rahmad Hidayat, dan Direktur Keuangan Zulfakar serta undangan lainnya seperti tokoh masyarakat, kepala OPD dan para Asisten.

Dalam arahannya, Bupati Afrizal Sintong mengatakan pengurus baru dilantik ini telah melalui proses fit and proper test. Oleh sebab itu, Bupati yakin pengurus ini mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagaimana aturan yang telah ditetapkan untuk memajukan BUMD SPR

“Saya selaku kepala daerah mengucapkan selamat dan tahniah atas pelantikan ini. Saya minta segera melaksanakan tugas sesuai perundang yang berlaku dan kami harap dapat bekerja dengan sebaik-baiknya,” jelas Bupati.

Bupati menambahkan, BUMD SPR baik itu SPBU di Bagansiapiapi maupun Bank Rohil harus bisa lebih berkembang lagi kedepannya. Oleh sebab itu, harus ada rencana kerja tahunan yang dibuat dan dapat membuka usaha yang baru agar bisa menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.

“Saya tidak ingin BUMD ini pengeluaran nya besar tapi hasilnya tidak ada. Harus ada langkah-langkah kerja yang matang, jangan hanya terpaut dengan SPBU saja, harus bisa mengembangkan usaha yang lain sehingga dapat memberikan deviden bagi daerah,” jelasnya.

Sementara itu, Rahman SE Dirut SPR mengucapkan terimakasih kepada pengurus lama SPR yang telah bekerja keras membesarkan BUMD SPR selama masa jabatannya. Dikatakannya, pengurus baru ini akan terus bekerja sebagai mana instruksi Bupati Rohil untuk meningkatkan penghasilan daerah.

“Kepada semua pihak baik itu wartawan, LSM dan masyarakat, kami juga mohon saran dan masukan nya untuk kemajuan BUMD SPR ini,”.pintanya. (rilis)


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.