Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Bupati Rohil Serahkan Tiga Ton Bantuan Benih Padi di Bagansiapiapi

55
×

Bupati Rohil Serahkan Tiga Ton Bantuan Benih Padi di Bagansiapiapi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Rohil, Kompas 1 Net- Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan dan membantu ekonomi para petani, Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Pemkab Rohil) menyerahkan bantuan benih padi kepada beberapa gabungan kelompok tani (Gapoktan), Selasa (7/11/2023) di Kepenghuluan Bagan Punak Pesisir, Bagansiapiapi.

Bantuan benih padi sebanyak 300 karung atau 3 Ton itu, diserahkan langsung oleh Bupati Rohil Afrizal Sintong kepada masing-masing Gapoktan yang ada di Bagan Punak Pesisir. Selain itu, Bupati Rohil juga menyerahkan bantuan pestisida dan 100 peket sembako kepada masyarakat sekitar.

Tampak hadir dalam penyerahan bantuan itu, Aldi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP), Asnar Kadis PUTR, Toyib penghulu Bagan Punak Pesisir serta ketua Gapoktan Mufakat Bersama, Gapoktan Sumber Rejeki dan ketua Ketua Gapoktan Hidup Subur.

Atas adanya bantuan Pemkab Rohil tersebut, Iskandar Ketua Gapoktan Mufakat Bersama mengucapkan terimakasih kepada Bupati Rohil dan DPKP Rohil yang telah memberikan perhatian kepada Gapoktan yang ada di Bagan Punak Pesisir.

“Karena sekarang kondisi masih sedikit banjir, rencananya akan kami semai benih ini pada akhir Desember nanti. Mudah mudahan bantuan ini dapat memberikan hasil yang baik bagi petani kami,” harap nya.

Sementara itu Bupati Afrizal Sintong mengatakan, di zaman yang modern ini, masih banyak petani padi di Rohil yang masih melakukan cocok tanam dengan cara tradisional. Hal itu disebabkan karena petani masih banyak yang belum makmur.

Oleh sebab itu, Pemkab Rohil hari ini hadir memberikan bantuan agar para petani dapat kembali melakukan cocok tanam diwaktu yang tepat. “Kami hadir untuk membantu meringankan beban masyarakat, apalagi kemarin tanamannya kena banjir sehingga hasil panennya tidak maksimal. Makanya kita hari ini berikan bantuan,” ucap bupati.

Mengenai banjir lanjut Bupati, Dinas PUTR dan DLH akan segera diarahkan ke wilayah Bagan Punak Pesisir untuk membersihkan parit atau kanal yang tersumbat. Sehingga diharapkan, para petani bisa segera menyemaikan benih nya dan bisa cepat panen. (Rilis)


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.