Example floating
Example floating
Banner Infozone
BeritaEkonomiNasional

Menkeu Purbaya: Kelola Kas Negara Jadi Senjata Baru Dongkrak Ekonomi, Rp400 Triliun Ditempatkan di Perbankan

99
×

Menkeu Purbaya: Kelola Kas Negara Jadi Senjata Baru Dongkrak Ekonomi, Rp400 Triliun Ditempatkan di Perbankan

Sebarkan artikel ini
Iklan HUT TNI 81 - Dirgahayu TNI

Advertisement

Tangerang Selatan, Kompas 1 net- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pengelolaan kas negara menjadi senjata baru pemerintah untuk menggerakkan ekonomi, selain belanja negara dalam APBN.

Hal itu disampaikannya saat memberikan kuliah umum di Politeknik Keuangan Negara STAN, Jumat 10 Juli 2026.

Menkeu menjelaskan, belanja pemerintah saat ini hanya berkontribusi 7–10 persen terhadap aktivitas ekonomi nasional.

“Oleh karena itu pemerintah mengembangkan pendekatan baru dengan mengoptimalkan pengelolaan kas negara agar mampu menggerakkan 90 persen perekonomian yang berasal dari sektor swasta,” ujarnya.

“Manajemen cash, manajemen uang pemerintah bisa mempengaruhi ekonomi Indonesia secara signifikan. Itu bisa menghidupkan yang 90 persen ekonomi selain belanja langsung yang 7-10 persen,” ungkap Purbaya.

Strategi yang ditempuh, memindahkan dana pemerintah yang sebelumnya berada di Bank Indonesia ke sistem perbankan.

“Saya taruh di perbankan Rp400 triliun, itu akan memperkuat kondisi likuiditas perbankan sehingga mereka bisa memberikan kredit dan ekonominya bisa tumbuh lagi,” jelas Menkeu.

Penempatan dana sebesar Rp400 triliun itu dilakukan saat aktivitas ekonomi melambat pada Mei dan Juni 2026. Tujuannya agar bank memiliki ruang lebih besar untuk menyalurkan kredit ke masyarakat dan pelaku usaha.

Langkah ini juga meningkatkan base money  M0 dan mendukung transmisi kebijakan moneter tanpa mengganggu independensi Bank Indonesia.

Purbaya menegaskan, ke depan pemerintah tidak hanya mengandalkan belanja negara sebagai instrumen fiskal.

“Jadi fiskal kedepan bukan hanya belanja pemerintah aja. Anda nanti bisa mempengaruhi ekonomi secara langsung dengan cash management yang lebih baik,” pungkas Menkeu.

 

Sumber: Kemenkeu.go.id – 10 Juli 2026

Example 120x600
Ekonomi

Jakarta 07/10/2026 Kemenkeu perekonomian Indonesia awali Triwulan IV-2026 catatan menggembirakan tengah dinamika global penuh ketidakpastian perekonomian nasional terbukti tetap resilien tercermin tiga indikator penting dirilis awal Oktober 2026 inflasi terkendali neraca perdagangan terus surplus kembalinya aktivitas manufaktur zona ekspansi Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto sampaikan inflasi September 2026 tercatat 3,28 persen yoy masih dalam sasaran nasional 2,5 plus minus 1 persen inflasi inti melandai 2,84 persen yoy sedangkan inflasi Administered Prices AP turun 3,25 persen yoy antara lain dipengaruhi normalisasi mobilitas pascalibur sekolah dampak penyesuaian harga BBM nonsubsidi relatif terbatas komponen Volatile Food masih perhatian inflasi 5,03 persen yoy dipengaruhi dinamika permintaan penurunan produksi sejumlah komoditas hortikultura akibat cuaca ekstrem El Nino bencana alam Pemerintah terus perkuat koordinasi pusat daerah jaga pasokan kelancaran distribusi keterjangkauan harga khususnya menjelang akhir tahun jaga daya beli ketahanan pangan Pemerintah perkuat penyaluran PKH Tahap III Bantuan Pangan Beras 10 kg per bulan Oktober Desember 2026 percepatan SPHP beras medium Perum Bulog dilengkapi Gerakan Pangan Murah GPM optimalisasi Cadangan Beras Pemerintah CBP kerja sama antardaerah penguatan produksi melalui pengelolaan air jaringan irigasi pengaturan pola tanam pemanfaatan lahan produktif pemetaan wilayah rawan Early Warning System sisi eksternal neraca perdagangan Indonesia surplus kumulatif USD7,25 miliar Januari Agustus 2026 kinerja ekspor Januari Agustus 2026 ditopang besi baja USD19,18 miliar tumbuh 4,88 persen CPO turunannya USD17,75 miliar tumbuh 6,57 persen batu bara USD16,58 miliar tumbuh 4,31 persen ekspor industri pengolahan juga tumbuh 6,62 persen mencerminkan kontribusi hilirisasi kinerja ekspor sisi impor bahan baku penolong barang modal dominasi masing-masing USD133,38 miliar USD36,74 miliar total 91,3 persen impor peningkatan impor mesin peralatan mekanis 15,26 persen mesin perlengkapan elektrik 22,94 persen menunjukkan meningkat kebutuhan input produksi barang modal sejalan aktivitas produksi investasi domestik penguatan aktivitas manufaktur tercermin PMI Manufaktur September 2026 meningkat 52,4 dari 49,8 Agustus kembali berada zona ekspansi perbaikan didukung peningkatan pesanan baru produksi pertumbuhan pesanan ekspor masuknya proyek baru membaiknya daya beli September 2026 pesanan baru tumbuh laju tercepat sejak Februari 2026 sementara pesanan ekspor pertumbuhan tercepat sejak Mei 2022 samping itu penyerapan tenaga kerja pembelian persediaan input kembali meningkat sisi biaya inflasi harga input output melambat level terendah enam bulan sementara keyakinan pengusaha terhadap prospek produksi 12 bulan depan tetap tinggi ke depan kebijakan Pemerintah tetap diarahkan jaga daya beli dorong investasi produksi tingkatkan daya saing industri nasional dengan fondasi stabilitas terjaga aktivitas ekonomi kembali menguat kita ingin pastikan momentum ini berlanjut memberikan manfaat semakin luas bagi masyarakat pungkas Juru Bicara Haryo ekon dm al Kemenkeu.`