Masriadi/ Foto
Dumai, Kompas 1 net – Tepat dini hari hingga pagi tadi (8/7/26) Ketua Yayasan Pelopor Masriadi MD turun ke Kelurahan Lubuk Gaung Kecamatan Sungai Sembilan Kota Dumai.
Kunjungan yang terkesan mendadak itu, muncul setelah Yayasan Pelopor yang juga bagian dari Gerakan Mengembalikan Kedaulatan Rakyat (GMKR) risih mendengar informasi di media yang berkembang soal pembangunan SBE plant di Dumai.
Tampak sejak pagi setelah shalat subuh, Masriadi mulai mensurvey lokasi setelah malam tadi wawancara warga terdampak.
Keluhan warga, sebagaimana di berita kan media online yang beredar, terdapat keluhan soal pagar PT.SDS yang belum ada izin dari pihak berwenang.
Ya, saya lihat langsung hari ini, pembangunan tembok, drainase air serta tapak bangunan utama di dalam pagar sedang dilaksanakan tanpa menghiraukan penolakan warga, ” ucap Masriadi kepada media ini, Rabu ( 8/7).
Dari pantauan media, di lokasi proyek Jl Cut nyak Dien / jl Lubuk Gaung Raya Kota Dumai terpampang spaduk penolakan warga terhadap pembangunan SBE PT. SDS. Selain penolakan warga spanduk itu juga mengungkap bahwa berdasar kan RDP DPRD Kota Dumai yang dilaksanakan pada tanggal 19 Mei 2026 yang lalu ternyata pagar yang dibangun PT. SDS di pinggir jl. Cut Nyak din tidak ada izin.
Menurut keterangan warga terdampak, Aidil, pagar setinggi 3 meter sebut dibangun diatas parit. Setelah protes dan demo warga RT OO7 , pihak perusahaan minyak goreng tersebut sekarang membuat drainase.
“Jelas hal ini jelas mempersempit ruang pejalan kaki warga setempat yang akan berakibat rawannya laka lantas, ” ujar Masriadi.
Terpisah , Astur dan Angga yang merupakan warga terdampak menyambut baik kehadiran Yayasan Pelopor.
“Alhamdulillah kalau banyak tokoh dan kawan kawan dari Pekanbaru yang mendukung kami, ” ucap Astur dengan senyum khasnya.
“makin semangat kami pak. Kalau datang kawan kawan, macam pak Masriadi dari Yayasan Pelopor ini. Kemarin dah datang Pak Fauzi Kadir, Pak Tarmizi Yusa, Pak Brigjend TNI Purn Edi Natar. Beso hati kami Rasonyo, ” imbuh Angga yang dikenal suka demo.
Sebelumnya Anggara Saputra pernah mengalami masalah hukum dengan Apical grup sehingga menginap di “hotel prodeo”.
Sejak itu Angga dilarang melakukan demonstrasi. Dan gerak geriknya di duga terus dipantau.
Yayasan Pelopor yang malang melintang dalam advokasi lingkungan, dikenal luas sebagai lembaga swadaya masyarakat yang pernah meraih Perhargaan “Kalpataru” Dari Presiden RI.
Sampai berita ini diturunkan , pihak redaksi masih menunggu jawaban dari manager PT.SDS .**









