Example floating
Example floating
CSR Perusahaan

Bangkit dari Banjir dan Pandemi, Kelompok Tenun Srikandi Limbungan Raih Napas Baru Lewat Dukungan PHR

10
×

Bangkit dari Banjir dan Pandemi, Kelompok Tenun Srikandi Limbungan Raih Napas Baru Lewat Dukungan PHR

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PEKANBARU, Kompas 1 net – Enam tahun lalu pandemi Covid-19 memutus mata pencaharian. Setahun kemudian banjir merendam Kelurahan Limbungan, Rumbai Timur, Pekanbaru. Alat tenun, benang, hingga hasil karya para pengrajin luluh lantak diterjang air.

Tapi kisah itu tidak mengakhiri mimpi para ibu-ibu penenun. Kini Kelompok Tenun Srikandi Serumpun Limbungan Gemilang kembali bangkit, produktif, dan siap menggerakkan ekonomi warga.

Salma Betty, 50 tahun, penggerak kelompok, masih ingat betul bagaimana alat tenun mereka rusak dan lapuk karena banjir.
“Dukungan tersebut menjadi angin segar bagi kami untuk kembali berkarya dan menghidupkan potensi lokal yang sempat nyaris tenggelam,” ujarnya.

Titik balik itu datang saat Pertamina Hulu Rokan – PHR hadir melalui program UMKM Ekonomi Pemuda dan Perempuan Crafting. PHR mengajak kembali para penenun yang vakum, menyelamatkan alat tenun yang masih layak, serta menyediakan kebutuhan produksi.

Kini kelompok yang sempat mati suri ini memiliki 15 anggota aktif. Bentuk dukungannya berupa perbaikan fasilitas produksi, penyediaan benang, hingga pendampingan intensif.

Sejak Juni 2026 pelatihan digelar 2 kali seminggu. Hingga saat ini sudah 7 sesi terlaksana dari target 10 pertemuan. Antusiasme anggota tinggi di setiap pelatihan.

“Menenun menjadi ruang bagi kami para ibu untuk terus berkarya dan lebih produktif. Setiap kain yang dihasilkan membawa harapan besar, karena selain jadi kebanggaan, juga buka peluang ekonomi,” kata Salma.

PHR juga menetapkan standar produksi: tiap mesin tenun ditargetkan menghasilkan 15 kain berkualitas dengan identitas budaya Melayu.

Manager CID PHR, Iwan Ridwan Faizal
mengatakan kebangkitan tenun di Limbungan berdampak ganda.
“Kebangkitan aktivitas tenun di Limbungan tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan keluarga, tetapi juga memperkuat upaya pelestarian warisan budaya di tengah arus modern,” ujarnya.

Dengan kolaborasi ini, alat tenun yang sempat diam kini kembali berputar. Menjadi bukti warisan budaya mampu bertahan di tangan masyarakat lokal.

Example 120x600