SUBULUSSALAM, KOMPAS.1 NET – Dewan Perwakilan Rakyat Kota `DPRK` Subulussalam Komisi A dan Komisi B bersama sejumlah instansi terkait telah melaksanakan Kunjungan Kerja `Kunker` ke Kota Bandung beberapa minggu lalu.
Kini, publik Kota Subulussalam mulai menanti langkah konkret dan gebrakan yang dihasilkan dari kunjungan tersebut.
Sebagai kota yang masih dalam tahap pemantapan status dan pembangunan fisik, peran DPRK dinilai sangat krusial. Masyarakat berharap DPRK tidak hanya berfungsi sebagai pengawas, tetapi juga motor penggerak pembangunan.
“Warga tidak hanya mengharapkan DPRK berperan sebagai pengawas saja. Kami ingin melihat kerja nyata yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama untuk mempercepat pembangunan kota ini,” ujar salah satu Tokoh Masyarakat Subulussalam.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari DPRK Subulussalam terkait temuan, kesepakatan, maupun rencana tindak lanjut hasil Kunker di Bandung.
Masyarakat berharap hasil kunjungan segera diumumkan dan diimplementasikan agar selaras dengan kebutuhan pembangunan Subulussalam saat ini.
Diketahui, Komisi A DPRK membidangi pemerintahan, hukum, dan organisasi. Sementara Komisi B membidangi pembangunan, perekonomian, dan kemasyarakatan. Keduanya memiliki peran sentral dalam menentukan arah pembangunan kota.
`Ramona`










