Example floating
Example floating
Peristiwa

Kapal Ilegal Bawa 37 WNI Tenggelam di Perairan Malaysia, 4 Tewas, 14 Masih Hilang

20
×

Kapal Ilegal Bawa 37 WNI Tenggelam di Perairan Malaysia, 4 Tewas, 14 Masih Hilang

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pekanbaru, Kompas 1 net – Tragedi kembali menimpa Warga Negara Indonesia yang nekat menyeberang ke Malaysia lewat jalur laut ilegal. Sebuah kapal tak resmi yang membawa 37 WNI karam di perairan Segari, Pulau Pangkor, Perak, Malaysia, Sabtu dini hari, 10 Mei 2026.

Dari 37 orang di kapal itu, 23 orang selamat, 4 ditemukan meninggal dunia, dan 14 lainnya masih hilang hingga Selasa, 13 Mei 2026.

Berangkat dari Belawan, Karam di Pulau Mentagor

Berdasarkan laporan gabungan Special Branch Bukit Aman, Pasukan Polis Marin (PPM), Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM), Atase Polri KBRI Kuala Lumpur, dan ILO TNI Penang, kapal berangkat dari Jeti Belawan, Medan, pada 9 Mei 2026 pukul 23.00 waktu setempat.

Tujuan mereka: perairan Segari, Perak, Malaysia. Tapi saat melintas di sekitar Pulau Mentagor, Manjung, Perak, pada 10 Mei 2026 pukul 21.00, kapal dihantam cuaca buruk dan ombak besar hingga pecah dan tenggelam.

Para penumpang panik dan berpegangan pada barang-barang terapung untuk bertahan hidup di tengah laut.

23 Selamat Ditemukan Nelayan, 4 Dinyatakan Tewas 

Beruntung, pada 11 Mei 2026 pukul 04.00, 23 orang ditemukan nelayan lokal dari arah Hutan Melintang. Mereka lalu diserahkan ke APMM yang mengawal kapal nelayan itu ke Markas Operasi PPM Kg. Acheh, Perak.

Hasil pemeriksaan awal: 23 korban selamat terdiri dari 16 laki-laki dan 7 perempuan. Sebagian besar tidak memiliki dokumen resmi. Hanya 5 orang yang punya paspor, tapi visanya sudah habis.

Malang, 4 WNI ditemukan meninggal dunia. Jenazah kini berada di Hospital Manjung untuk proses identifikasi. Sementara 14 orang lainnya masih dalam pencarian APMM dan PPM.

Modus Lama: Kapal Kecil, Risiko Tinggi  

Otoritas Malaysia menyebut kasus ini ditangani berdasarkan Seksyen 6(1)(c) Akta Imigresen Malaysia terkait masuk ilegal. Penyelidikan juga mengarah pada dugaan keterlibatan sindikat penyelundupan manusia lintas negara.

“Insiden ini menunjukkan masih tingginya upaya keberangkatan PMI non-prosedural melalui jalur laut ilegal, khususnya rute Sumatera Utara – Perak,” tulis laporan Atase Polri KBRI Kuala Lumpur.

Modus menggunakan kapal kecil tanpa standar keselamatan dinilai sangat berisiko, apalagi di perairan Selat Malaka yang terkenal ganas saat cuaca buruk.

KBRI Turun Tangan, 23 Korban Ditahan Sementara

Saat ini seluruh korban selamat ditahan sementara di lokap Balai Polis Seri Manjung untuk pendataan dan penyelidikan lebih lanjut. KBRI Kuala Lumpur melalui Atase Polri dan Konsuler sudah turun tangan menangani kasus ini.

Polisi Malaysia juga masih memburu dalang di balik keberangkatan 37 WNI tersebut. Dugaan kuat, ada sindikat yang memfasilitasi keberangkatan ilegal dari Belawan.

Daftar Korban Selamat

Korban Laki-laki 16 orang: Minggus, Jeri, Efendi Jaya Rius Bere, La Ajina, M Yunus, Adi Purwo, Nanda, Anggi Permana, Mias Mboro, Ringgi Giri, Denis, M Kahfi Kamil, Riki Mulia, Suyanto, Ahmad Habibi, Sahrul Agustian.

Korban Perempuan 7 orang: Suwinda Julia, Sarah, Rkalinah, Selfia Novi, Agustina Hoar Nahak, Daviana Hoar Nahak, Inne Rostiani Entang.

 

Editor: redaksi

Sumber: Atase Polri KBRI Kuala Lumpur, PPM, APMM

 

Example 120x600