Example floating
Example floating
Peristiwa

Melihat Generasi AI yang Instan, Mahasiswa UIN Suska Riau Gagas Kurikulum NEXA untuk Indonesia 2045

18
×

Melihat Generasi AI yang Instan, Mahasiswa UIN Suska Riau Gagas Kurikulum NEXA untuk Indonesia 2045

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

NTB, Kompas 1 net – Ajang Mandalika Essay Competition 8 (MEC 8) tingkat nasional yang diselenggarakan di Lombok, Nusa Tenggara Barat, menjadi panggung bagi mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia untuk menghadirkan gagasan terbaik mengenai masa depan bangsa. Dalam kompetisi tersebut, mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau, Irfan Ramadani, berhasil menembus babak final melalui gagasan inovatif di bidang transformasi pendidikan.

Irfan Ramadani merupakan mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara asal Kota Pekanbaru. Kompetisi nasional ini mengangkat tema “Indonesia Hebat 2035: Arah Baru Pembangunan dari Sudut Pandang Generasi Muda” dan diikuti oleh peserta dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Dalam ajang tersebut, Irfan mengusung esai berjudul “Kurikulum NEXA: Next Education Architecture untuk Indonesia 2045.” Gagasan ini menawarkan konsep pembaruan sistem pendidikan yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, khususnya dalam menghadapi era kecerdasan buatan, otomatisasi, dan transformasi digital.

Melalui esainya, Irfan menyoroti bahwa sistem pendidikan saat ini masih cenderung berfokus pada hafalan dan capaian akademik semata. Sementara itu, tantangan masa depan menuntut hadirnya generasi yang mampu berpikir kritis, kreatif, inovatif, serta memiliki kemampuan menyelesaikan persoalan nyata di tengah perubahan global yang berlangsung sangat cepat.

Sebagai solusi, Kurikulum NEXA dirancang dengan menempatkan literasi Artificial Intelligence (AI), creative problem solving, project-based learning, dan design thinking sebagai fondasi utama pembelajaran. Pendekatan ini bertujuan membentuk peserta didik yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kemampuan adaptasi, kolaborasi, dan daya cipta dalam menghadapi tantangan abad ke-21.

Selain menekankan pentingnya transformasi kurikulum, gagasan ini juga mendorong perubahan paradigma pendidikan dari sekadar transfer pengetahuan menuju pembentukan kapasitas berpikir dan karakter generasi masa depan. Implementasi kurikulum dirancang secara bertahap agar dapat diterapkan secara realistis dan berkelanjutan dalam sistem pendidikan nasional.

Dalam keterangannya, Irfan Ramadani menyampaikan bahwa gagasan tersebut lahir dari keresahannya setelah melihat cara sebagian generasi muda memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan saat ini.

“Saya melihat banyak anak muda sudah menggunakan AI, tetapi masih sebatas pengguna instan. Mereka memakai teknologi tanpa benar-benar memahami bagaimana sistem itu bekerja, bagaimana memaksimalkan potensinya, dan bagaimana menggunakannya secara cerdas serta bertanggung jawab,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa perkembangan teknologi seharusnya mampu meningkatkan kualitas berpikir generasi muda, bukan justru membuat mereka bergantung secara pasif terhadap teknologi.

“Kemajuan teknologi harus dimanfaatkan dengan lebih cermat dan bijak. Generasi muda tidak cukup hanya bisa menggunakan AI, tetapi juga harus memahami cara berpikir, etika, dan proses di balik teknologi tersebut agar tidak sekadar menjadi pengguna monoton,” tambahnya.

Keberhasilan lolos ke babak final Mandalika Essay Competition 8 menjadi pencapaian yang membanggakan bagi Irfan Ramadani sekaligus membawa nama baik UIN Suska Riau di tingkat nasional. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus menghadirkan gagasan yang inovatif dan relevan bagi kemajuan Indonesia.

Melalui ajang nasional tersebut, Irfan Ramadani menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan ide-ide akademik yang berdampak nyata, khususnya dalam mendorong transformasi pendidikan Indonesia menuju generasi emas 2045.

 

Editor : Redaksi

Example 120x600