Example floating
Example floating
Parlemen

Ketua MRP Papua Barat “Statement Kelompok Kecil Di PBD, Bertentangan Dengan Demokrasi Di Negara Ini”

73
×

Ketua MRP Papua Barat “Statement Kelompok Kecil Di PBD, Bertentangan Dengan Demokrasi Di Negara Ini”

Sebarkan artikel ini

Manokwari, Kompas 1 net – Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Barat, Judson Ferdinandus Waprak, angkat bicara terkait sejumlah pernyataan kontroversial yang disampaikan oleh kelompok-kelompok kecil di wilayah Papua Barat Daya (PBD).Pernyataan-pernyataan tersebut memuat narasi soal bentuk gerakan separatis yang mengklaim berdirinya Negara Federal Republik Papua Barat (NFRPB), Manokwari, Senin (21/4/2025).

Menyikapi pernyataan-pernyataan yang disampaikan oleh beberapa kelompok kecil yang ada di Papua Barat Daya dengan menyampaikan sejumlah statement berkaitan dengan kemerdekaan Papua lain lalu juga mengungkapkan bahwa mereka perwakilan dari Papua Barat menurutnya perlu dicermati secara baik.

“Sebenarnya statement ini menurut saya bertentangan dengan demokrasi yang ada di negara ini, dan tolong statement tersebut agar diklarifikasi kembali oleh pihak yang berwajib agar tidak mempengaruhi situasi keamanan dan kenyamanan politik di wilayah Papua Barat. Oleh masyarakat adat yang ada di Papua Barat sebagai lembaga Majelis Rakyat Papua Barat dan lembaga kultur yang ada meminta agar hal-hal seperti ini perlu dilihat dan dicerna dengan baik sehingga tidak berdampak kepada masyarakat kecil yang sebenarnya tidak tau tentang bagaimana peran teman-teman yang melakukan pernyataan-pernyataan di media seperti yang dilakukan diwilayah Sorong beberapa hari ini,” terangnya.

Dalam kesempatan ini, ia meminta kepada pihak yang berwajib, dapat melihat baik dalam pernyataan kelompok tersebut karena menurutnya Papua ini besar terdiri dari 6 Provinsi.

“Hari ini saya melihat nama Papua Barat dibawa-bawa kesana lagi, untuk itu ini perlu menjadi perhatian sekali dan saya beranggapan bahwa pernyataan yang ada di Papua Barat Daya itu jangan sampai mempengaruhi kita yang ada di Papua Barat, karena Papua Barat hari ini baik sekali, sama-sama kita bangun daerah, kita juga merasa bahwa sudah ada dalam zona yang damai dan aman”.

“Jadi bagi saya saudara-saudaraku yang mungkin juga menyampaikan pernyataan di Sorong, saya minta maaf untuk mengklarifikasi ini supaya tolong diperhatikan baik-baik kalau ada hal-hal prinsip yang berkaitan dengan politik yang diluar dari kepentingan baik orang Papua yang duduk satu meja dan kita bicara bersama-sama, ini tidak perlu membuat pernyataan-pernyataan sepihak yang nanti mempengaruhi masyarakat setempat apalagi masyarakat di Papua Barat “Jangan”. Saya inginkan masyarakat Papua secara utuh bisa aman,” katanya.

Ia menambahkan, diperlukan demokrasi yang baik, karena negara ini adalah negara demokrasi dan jika ada keperluan agar tidak memakai cara-cara yang nantinya membuat kenyamanan negara dan daerah ini tidak bagus.

“Silahkan menggunakan pakaian yang rapih, kita semua berdasi, mari duduk diatas meja demokrasi dan kita bicara supaya kita semua membuat rakyat menjadi nyaman. Ini yang dapat saya sampaikan kepada semua yang ada termasuk masyarakat saya di Papua Barat, mari jaga diri, kita jauhkan diri dari hal-hal yang merugikan di Papua Barat, dan saya berharap sebagai Ketua Majelis Rakyat Papua Barat mewakili lembaga kultur yang ada di tujuh Kabupaten/Kota yang ada di Papua Barat mengharapkan semua tetap menjaga Kamtibmas bersama dengan Pemerintah, TNI, Polri, karena keamanan ini yang terpenting adalah dari diri kita sendiri masyarakat, jadi kita perlu apresiasi kedamaian ini dengan baik untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik lagi sesuai dengan apa yang diinginkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, serta hal-hal lain diluar daripada kita saya pikir itu tidak ada yang perlu dibahas, kalau kita bilang semuanya itu rencana Tuhan ya kembalikan ke Tuhan,” ucapnya.

Selanjutnya, iya mengajak masyarakat dan seluruh elemen yang Bangsa yang ada untuk kompak bersama dibulan yang penuh makna, penuh kesengsaraan bagi umat Kristen.

“Kita perlu jaga itu semua, apalagi kita sudah sampai ditahap bagaimana hari kemenangan bagi umat Kristen dan saya juga berpesan kepada gereja-gereja yang ada, tokoh-tokoh adat, perempuan, pemuda, mari kita jadi pemuda yang menciptakan suasana pembangunan disini, mengawal otsus dengan baik lalu mari kita kawal Pemerintahan yang baik sehingga daerah kita baik dan tidak perlu terprovokasi dengan hal-hal yang merugikan diri kita sendiri,” ajak Ketua MRP Papua Barat.

Ditempat terpisah, lewat konferensi persnya Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua Barat Daya menyatakan sikap tegas terhadap segala bentuk gerakan separatis yang mengklaim berdirinya Negara Federal Republik Papua Barat (NFRPB).

Dalam pernyataannya, Forkopimda menegaskan bahwa tidak ada tempat bagi upaya separatisme di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), khususnya di Papua Barat Daya.

Example 120x600
Parlemen

Jakarta Anggota Badan Legislasi Baleg DPR RI Muhammad Khozin nilai persoalan masyarakat adat tidak dapat dilepas isu agraria khususnya menyangkut wilayah adat tanah ulayat serta masyarakat adat berada kawasan kehutanan menurutnya aspek kultur kebudayaan masyarakat adat memiliki keterkaitan erat persoalan penguasaan pengelolaan tanah mayoritas persoalan dihadapi masyarakat adat memiliki korelasi persoalan agraria masalah kewilayahan ada dua yaitu masalah kultur kebudayaan memang tidak bisa dilepas berbicara urusan agraria sangat berkorelasi mayoritas isu masyarakat adat ini dengan agraria ujar Khozin saat Rapat Dengar Pendapat Umum RDPU Baleg DPR RI Perhimpunan Pembela Masyarakat Adat Nusantara Gedung DPR RI Jakarta Rabu 7/10/2026 Foto Runi sai Khozin jelaskan persoalan berkaitan sejarah pertanahan Indonesia termasuk keberadaan hak kepemilikan sebelum berlaku Undang-Undang Pokok Agraria UUPA Tahun 1960 dalamnya termasuk hak tanah ulayat adat keberadaan masyarakat berada kawasan kehutanan persoalan telah berlangsung puluhan tahun akibat perbedaan pengaturan kewenangan antarinstansi kondisi akhirnya membuat masyarakat pihak paling terdampak konflik agraria kita sudah berpuluh tahun terbelenggu dengan ribut antarinstansi antarinternal negara yang menjadi korban dirugikan selalu masyarakat katanya Khozin nilai pengesahan Undang-Undang Pengaturan Reforma Agraria salah satu langkah putus persoalan regulasi dirancang tangani konflik agraria struktural termasuk persoalan terjadi wilayah masyarakat adat DPR sebelumnya telah sahkan UU Pengaturan Reforma Agraria instrumen selesaikan konflik pertanahan lindungi hak masyarakat adat setidaknya ini sudah satu langkah maju dengan pengaturan reforma agraria tutur legislator Fraksi PKB lebih lanjut Khozin soroti adanya mekanisme pengecualian bagi lokasi daerah mengalami konflik agraria struktural daerah adat telah ditetapkan lokasi prioritas reforma agraria nantinya dapat memperoleh mekanisme penyelesaian khusus sehingga tidak lagi terhambat berbagai ketentuan sektoral selama ini kendala ketika sudah ditetapkan menjadi lokasi prioritas reforma agraria maka tidak tunduk kepada undang-undang yang selama ini membelenggu dalam penyelesaian agraria jelasnya contoh sejumlah regulasi sektoral selama ini bersinggungan penyelesaian konflik agraria antara lain aturan bidang kehutanan BUMN perbendaharaan negara berbagai regulasi sektoral lainnya menurut Khozin pengaturan reforma agraria diharapkan dapat menjadi instrumen khusus menyelesaikan konflik secara lebih komprehensif ini kita istilahkan produk undang-undang lex specialis artinya ketika itu sudah termasuk titik-titik lokasi yang sudah disampaikan nanti akan diproteksi untuk diselesaikan oleh Badan Reforma Agraria ungkapnya Khozin juga nilai pembentukan penguatan kelembagaan menangani reforma agraria menunjukkan adanya perhatian pemerintah terhadap penyelesaian konflik agraria berharap langkah segera ditindaklanjuti melalui penyelesaian konkret berbagai konflik selama ini dialami masyarakat termasuk masyarakat adat political will Presiden isu penyelesaian konflik agraria ini perlu kita apresiasi bersama tidak perlu menunggu jeda satu bulan dua bulan hanya dalam hitungan hari langsung dilakukan pungkas Khozin pdt aha Parlementaria Jakarta DPR RI.`

Parlemen

Heboh SPMB 2026 60.131 kursi PTN kosong 9,58% daya tampung mubazir 17.816 maba mundur tidak daftar ulang diduga UKT mahal Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani bongkar di Unhas Makassar 2 Okt 2026 jangan sampai anak bangsa gagal kuliah ekonomi evaluasi total UKT bantuan jalur mandiri matikan PTS kuliah gratis 2027 butuh Rp93,7 T 2,83 juta mahasiswa total 4,4 juta bisa jebol Rp200 T UKT IPI biaya hidup nasib PTNBH Unhas pendapatan PTS megap-megap solusi KIP Kuliah alih PTS BOPT Swasta