Example floating
Example floating
Pendidikan

PK PMII STAI Al-Azhar Gelar MAPABA, Tak Hanya Kaderisasi Tapi Juga Aksi Sosial

11
×

PK PMII STAI Al-Azhar Gelar MAPABA, Tak Hanya Kaderisasi Tapi Juga Aksi Sosial

Sebarkan artikel ini

PEKANBARU, http://Kompas1.Net — Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK PMII) STAI Al-Azhar Pekanbaru Tahun 2026 menggelar kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) sebagai langkah awal dalam membentuk kader yang berintegritas, berkarakter, serta memiliki semangat perjuangan dan kepedulian terhadap sesama.

Kegiatan MAPABA ini diisi dengan penyampaian materi oleh para pemateri berpengalaman dari PMII Kota Pekanbaru. Selain menjadi ruang pengenalan nilai-nilai dasar organisasi, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas, membangun kesadaran kritis, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di kalangan mahasiswa.

Tidak hanya berfokus pada proses pengkaderan, PK PMII STAI Al-Azhar Pekanbaru juga menggelar kegiatan berbagi kepada sesama. Aksi sosial tersebut menjadi wujud nyata bahwa pergerakan mahasiswa tidak hanya berbicara tentang gagasan dan perubahan, tetapi juga harus hadir melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kegiatan berbagi ini sekaligus menegaskan bahwa nilai kemanusiaan merupakan bagian penting dari proses pembentukan kader PMII. Sebab, intelektualitas tanpa kepedulian sosial akan kehilangan makna, sementara perjuangan yang sesungguhnya adalah perjuangan yang mampu menghadirkan manfaat bagi sesama.

Ketua Komisariat PMII STAI Al-Azhar Pekanbaru, Abdul Kholid, menyampaikan bahwa kegiatan MAPABA ini diharapkan menjadi sinyal positif sekaligus momentum untuk meningkatkan antusiasme seluruh kader dalam merawat dan membesarkan PMII di lingkungan kampus STAI Al-Azhar Pekanbaru.

“Melalui kegiatan ini, mudah-mudahan ke depannya menjadi sinyal positif dan bentuk antusiasme kita bersama untuk terus merawat, menjaga, serta membesarkan PMII di kampus STAI Al-Azhar Pekanbaru. Saya berharap semangat kebersamaan ini tidak berhenti hanya pada kegiatan MAPABA, tetapi terus tumbuh dalam setiap proses dan langkah perjuangan kita,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pengkaderan tidak semata-mata bertujuan menambah jumlah anggota, tetapi harus mampu melahirkan kader yang memiliki kesadaran intelektual, tanggung jawab moral, serta kepekaan terhadap persoalan sosial dan kemanusiaan.

“Melalui pengkaderan MAPABA ini, saya berharap setiap kader, khususnya dalam aspek kemanusiaan, mampu meningkatkan jiwa sosial dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Kita harus terus mengembangkan pergerakan yang positif, produktif, dan bermanfaat bagi masyarakat. Jangan sampai kita hanya tumbuh sebagai kader secara struktural, tetapi juga harus berkembang dalam sikap, pemikiran, dan tindakan nyata,” tambahnya.

Lebih lanjut, Abdul Kholid berharap kegiatan ini menjadi titik awal bagi kader baru untuk terus belajar, berproses, dan mengembangkan potensi diri. Menurutnya, PMII harus menjadi ruang pembelajaran yang mampu melahirkan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keberanian menyuarakan kebenaran, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Ke depan, PK PMII STAI Al-Azhar Pekanbaru diharapkan semakin solid dalam membangun tradisi intelektual, memperkuat solidaritas antarkader, serta menghadirkan program-program yang berdampak positif bagi lingkungan kampus dan masyarakat luas. Semangat kaderisasi juga diharapkan terus berlanjut melalui kegiatan diskusi, pengembangan kapasitas, aksi sosial, dan gerakan mahasiswa yang konstruktif.

MAPABA bukanlah akhir dari sebuah proses, melainkan pintu awal untuk memasuki perjalanan panjang pengabdian dan perjuangan. Dari proses inilah diharapkan lahir kader-kader yang mampu menjaga nilai-nilai PMII, menghidupkan semangat Dzikir, Fikir, dan Amal Sholeh, serta menjadikan kepedulian sebagai bagian dari identitas pergerakan.

Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, PK PMII STAI Al-Azhar Pekanbaru optimistis dapat terus tumbuh sebagai organisasi mahasiswa yang tidak hanya kuat dalam gagasan, tetapi juga nyata dalam pengabdian. Sebab, pergerakan yang besar bukan hanya diukur dari banyaknya kader, melainkan dari seberapa besar manfaat yang mampu diberikan kepada sesama.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pendidikan

`Kampar nasib tidak ada yang tahu MDTA Nurul Fajar Jl Sukakarya Ujung Kec Tambang sekolah papan beratap bocor besutan Majelis Guru dikepalai Umi Paniati SE Danti Mashuri Tuti Gustina Nila tim merangkak maju lomba tingkat desa kecamatan kabupaten selalu juara terpilih mewakili Kecamatan Tambang Porsadin tingkat kabupaten 2 minggu lalu Juara I se Kabupaten Kampar Ahad 3/10/26 lanjut lomba se Provinsi Riau mengejutkan kontingen MDTA Nurul Fajar kukuhkan posisi Juara I Lomba Pidato Bahasa Arab Pekan Olahraga Seni Antardiniyah Porsadin VI Tingkat Provinsi Riau 2026 digelar DPW Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah FKDT Provinsi Riau Pondok Pesantren Al-Munawwarah 2-4 Oktober 2026 Paniati SE kepala sekolah syukur kehadirat Allah SWT MDTA kecil pojok desa terima kasih dukungan tiada henti tokoh masyarakat Perumahan Fajar Kualu Damai bapak pembina MDTA bapak ketua masjid Nurul Fajar wali santri tingkatkan ketakwaan baca Al-Quran mentadabburinya bertarung pentas nasional ibukota Jakarta Majelis Guru harapkan doa dukungan warga masyarakat kesuksesan kemenangan.`