Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Bersama Walikota Dumai, Bupati Rohil Letakkan Batu Pertama Pembangunan Gedung Sekretariat Ikrohil

43
×

Bersama Walikota Dumai, Bupati Rohil Letakkan Batu Pertama Pembangunan Gedung Sekretariat Ikrohil

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Dumai, Kompas 1 Net— Bupati Rokan Hilir (Rohil) Afrizal Sintong bersama Walikota Dumai H. Paisal melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan gedung sekretariat Ikatan Keluarga Rokan Hilir (Ikrohil) di Kota Dumai, Kamis (8/2/2024).

Peletakan batu pertama pembangunan gedung Sekretariat yang berada di Jalan Tanjung Sari, Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur tersebut turut dihadiri Sekda Rohil H Fauzi Efrizal, Ketua LAMR Dumai, Zamhur Eghab, Lurah Tanjung Palas Untung Efendi, Ketua Baznas Dumai Afrizal Oesman, tokoh masyarakat Wan Fauzi serta berbagai unsur lainnya.

Dalam sambutan, Bupati Rohil Afrizal Sintong mengucapkan terimakasih kepada Walikota Dumai yang telah banyak mendukung dalam keberlangsungan pembangunan gedung Sekretariat Ikrohil yang ada di Kota Dumai.

Dikatakan Bupati, gedung ini nantinya selain untuk sekretariat juga menjadi gedung serbaguna bagi warga asal Rohil berkumpul.

“Kami harap nantinya juga berfungsi sebagai rumah singgah,” kata Afrizal Sintong.

Bupati menerangkan, banyak warga Rohil yang akan transit ke Batam atau ke Malaysia melalui Dumai atau akan berobat dan sebagainya. Sehingga, mereka tentu memerlukan rumah singgah.

“Nanti akan kita support operasional gedung ini melalui APBD. Misalnya saja untuk kebersihan, petugas sekretariat, listrik, penjaga dan sebagainya. Insha Allah akan terus kita perhatikan,” sebutnya.

Sementara itu Walikota H. Paisal mengatakan warga Kota Dumai asal Kabupaten Rokan Hilir sudah banyak berkontribusi bagi perkembangan kota Dumai. Sehingga Pemko Dumai memandang perlu memberikan perhatian khusus.

Paisal juga mengajak warga Dumai asal Kabupaten Rohil untuk kompak menjaga persatuan. Sekaligus berharap dukungan dan peran nyata dalam pembangunan kota Dumai menuju Kota Idaman.

“Marilah kita kompak untuk menjaga persatuan serta mendukung segala pembangunan, ” ajaknya.


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.