Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Dinas Damkar Rohil Sudah Defenitif, Penerimaan Satgas Damkar Rohil Memasuki Tahap Administrasi

44
×

Dinas Damkar Rohil Sudah Defenitif, Penerimaan Satgas Damkar Rohil Memasuki Tahap Administrasi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Diskominfotik Rohil, Kompas 1 Net- Dengan terbitnya Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2023 Tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah Rohil dan Peraturan Bupati (Perbup ) Rohil Nomor 38 Tahun 2023 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta tata kerja perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir. Maka kedudukan Dinas Pemadam Kebakaran Rohil saat ini sudah berdiri sendiri atau sudah defenitif.

Menjadi Dinas baru di Kabupaten Rokan Hilir, Dinas Pemadam Damkar Kebakaran (Damkar) yang tadinya tergabung dalam Satuan polisi Pamong Praja Rohil, saat ini sudah berdiri sendiri. Untuk memenuhi kebutuhan tenaga Satuan Tugas (Satgas ) Pemadam Kebakaran (Damkar), Dinas Damkar Rohil sedang melakukan perekrutan tenaga Satgas Damkar yang saat ini dalam Proses. Demikian disampaikan Plt.Kepala Dinas Damkar Rohil, Syafarudin, ST, Rabu 7-02-2024 saat dikonfirmasi di Kantornya Jalan Pahlawan Bagansiapiapi, Rohil, Propinsi Riau.

Dikatakan Syafarudin, saat ini Dinas Damkar Rohil sedang melakukan proses tahap kelengkapan administrasi pada berkas pelamar calon tenaga Satgas Damkar Rohil.

” Dengan berdirinya dinas Damkar Rohil ini, kami saat ini sedang melakukan perekrutan tenaga Satgas Damkar, dari data yang diterima saat ini ada sekitar 500 pelamar yang mengajukan permohonan ke Dinas Pemadam Kebakaran, ” kata Syafarudin.

Lanjut Syafarudin,” saat ini proses perekrutan sudah memasuki tahap kedua yaitu seleksi administrasi. Dan nanti ada proses tahap ketiga dan empat, yaitu tahap samapta dimana nanti kami akan bekerjasama dengan instansi vertikal Kodim 0321 Rohil. Untuk syarat penerimaan sendiri salah satunya berusia maksimal 45 Tahun bagi pria dan 35 tahun bagi wanita, ” terangnya.

Dikatakan Syafarudin juga bahwa perekrutan tenaga Satgas Damkar Rohil yang berhasil lulus seleksi dan diterima bekerja nantinya akan di sebar penempatannya di setiap Kecamatan yang ada. Dan untuk jumlah yang diterima nanti kita sesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran yang ada.

” Untuk tenaga Satgas Damkar yang berhasil lulus nantinya tentunya yang memenuhi syarat sesuai SOP Damkar, baik dari segi pengetahuan, kesehatan, fisik melalui latihan samapta dan lainnya dan yang diterima akan kita sebar ke seluruh Kecamatan yang ada. Untuk jumlahnya yang diterima kita sesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran. Kami nanti akan lakukan koordinasi dengan pihak kecamatan untuk penempatan tenaga satgas dan posko Damkarnya,” ungkap Syafarudin.

Terkait dengan Fasilitas Kantor Damkar, Alat dan mobil Damkar, Syafarudin berharap kedepannya Pemkab Rohil mensupport apa yang menjadi kegiatan dan kebutuhan Dinas Damkar. Saat ini Dinas Damkar masih berkantor seadanya dengan fasilitas seadanya juga. Sedangkan untuk peralatan dan mobil Damkar yang ada saat ini dikatakannya ada 4 unit Mobil Damkar, dua di Bagansiapiapi dan dua unit lagi di Bagan Batu.

” Kedepannya kita berharap dukungan dari Pemkab Rohil untuk penambahan alat dan mobil Damkar. Mobil kita saat ini ada 4, dua di Bagansiapiapi dan dua lagi di Bagan batu. Kami juga berharap untuk kedepannya jika ada pengadaan mobil damkar kami minta yang kecil saja, karena untuk wilayah kota Bagansiapiapi banyak jalan dan gang kecil sehingga mobil sulit masuk jika terjadi kebakaran,” ungkapnya. (Rls/Iwn/KOM.1).


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.