Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Warga Desa Bagan Limau: Ucapkan Terimakasih Kepada Bupati Pelalawan

1225
×

Warga Desa Bagan Limau: Ucapkan Terimakasih Kepada Bupati Pelalawan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Ct / Jalan Desa Bagan Limau Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan Riau yang baru selesai di Aspal.

Pelalawan – Warga desa Bagan Limau Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan, Riau. Mengucapkan ribuan terimaksi dan mengapresiasi kinerja Bupati Pelalawan,H.Zukri Misran dan Wabup Nasaruddin yang telah peduli terhadap pembangunan infrastruktur di desa Bagan Limau. Rabu (29/11/2023).

Kepala desa Bagan Limau,Syarifudin mengatakan, atas nama warga desa kami mengucapkan ribuan terimakasih kepada Bupati Pelalawan,H.Zukri Misran atas perhatian dan kepedulian terhadap pembangunan infrastruktur di desa ini.

“Ya, mimpi rasanya jalan di desa Bagan Limau akan diaspal.Namun, mimpi itu menjadi kenyataan semenjak kabupaten Pelalawan di pimpin oleh Bupati H.Zukri Misran dan Wabup Nasaruddin,”ucapnya.

Pemerintah kabupaten Pelalawan melalui Dinas pekerjaan umum dan tata ruang (PUPR) dari sumber dana APBD kabupaten Pelalawan telah membangun pekerjaan aspal jalan 1 lapis sepanjang kisaran 600 meter, dengan anggaran biaya kisaran 19 Miliar rupiah.

“Pengerjaan jalan aspal di desa Bagan Limau kini sudah selesai di kerjakan, dan masyarakat sudah dapat menikmati atas fasilitas insfratruktur tersebut,” terang Syarifudin.

Berharap sekali kepada Bupati Pelalawan, kalau bisa untuk kedepannya agar dapat menambah dan meningkatkan lagi pengerjaan Insfratruktur jalan aspal di desa Bagan Limau. Karena, fasilitas jalan aspal di desa ini sangat di butuhkan oleh masyarakat desa Bagan Limau.

“Sekali lagi, atas nama desa Bagan Limau, Saya (Syarifudin) kami mendoakan semoga Bupati Pelalawan tetap amanah dan sehat selalu dalam menjalankan roda pemerintahan kedepannya.

Dan tak lupa pula, Saya (Syaripudin) atas nama Pemerintah desa Bagan Limau, Mengucapkan “Selamat dan Sukses Kepada Bupati Pelalawan H,Zukri Misran Atas Penganugerahan Penghargaan Swasti Saba Padapa. Sebagai Kabupaten/ Kota Sehat Tahun 2023”
Hal ini bukanlah pekerjaan yang mudah untuk diraih, Di butuhkan perjuangan yang amanah dan ikhlas,”imbuh Kades Bagan Limau Syarifudin. (Dn).


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.