Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Wakili Bupati H. Sulaiman Buka Muscab III Apdesi Kabupaten Rokan Hilir

87
×

Wakili Bupati H. Sulaiman Buka Muscab III Apdesi Kabupaten Rokan Hilir

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Rohil | Kompas 1 Net- Wakili Bupati Rokan Hilir H Sulaiman didampingi Sekda Rohil Fery H Parya buka Musyawarah Cabang ( Muscab) lll Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Senin 26/9/2022.

Muscab Apdesi yang berlangsung di lantai 4 kantor BPKAD, Jalan Merdeka Bagansiapiapi mengusung tema “Bersama Apdesi, kita lebih kuat” ini juga dihadiri Ketua Apdesia Riau, Abdulrahman Chan bersama pengurus, Ketua Apdesi Pelelawan Herman, mantan ketua Apdesi Riau Sutejo dan para penghulu yang mendapatkan SK.

Ketua Apdesi Riau dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada DPC Apdesi Rohil yang melaksanakan Muscab ke lll pemilihan ketua dan kepengurusan yang baru, dengan kepengurusan baru nantinya Abdulrahman berharap agar Apdesi sekaligus menyusun program kerja.

“Disamping menyusun kepengurusan yang baru, disini nantinya juga akan menyusun program-program kerja bagaimana nantinya Apdesi Kabuapaten Rohil ini bisa betul-betul diterima oleh masyarakat dan program-programnya menyentuh untuk kemakmuran desa dan kemajuan desa,” katanya.

Apdesi sebutnya, tidak akan dapat berdiri sendiri dan harus saling bersinergi dengan pemerintah daerah dan dinas terkait. Meski Penghulu dipilih secara langsung oleh masyarakat dan merupakan raja-raja kecil, namun harus tetap bekerjasama dengan pihak-pihak terkait seperti Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) dan mendukung seluruh kebijakan kepala daerah dalam mensejahterakan masyarakatnya.

“Hari ini adalah hari penentu bagaimana organisasi ini 5 tahun yang akan datang, bahwa sesuai ADRT keputusan musyawarah cabang tersebut adalah keputusan tertinggi,” jelasnya.

Abdulrahman juga berpesan agar dalam pemilihan ketua dan kepengurusan Apdesi dilakukan secara musyawarah dan dapat menghidupkan organisasi untuk memajukan daerah.

“Saya berharap jangan organisasi ini dipergunakan sekali lima tahun atau untuk 2024 saja, kita pergunakan roda organisasi kita ini bagaimana desa kita bisa maju di daerah kita masing-masing,” terangnya.

Sementara itu, Sekda Rohil Fery H Parya dalam sambutannya menyampaikan selamat melaksanakan Muscab III Apdesi Rohil dan menyampaikan ucapan selamat datang kepada ketua DPD Apdesi Riau.

Apdesi kata Sekda, tentunya dalam sebuah wadah forum, jadi wadah dan tempat kepala desa yang ingin menyatukan persepsi, berbagi informasi dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan pemerintahan dalam pembangunan sosial ekonomi kemasyarakatan di tempatnya masing-masing.

“Barangkali jika ada perbedaan nantinya melalui forum ini bisa disamakan persepsi dan bisa saling bertukar pengalaman bertukar informasi sehingga akhirnya yang diharapkan dari wadah ini bisa kita wujudkan, ” sebutnya.

Apdesi sendiri tambah Sekda, tentunya memiliki visi dan misi melalui ADRT bagaimana mewujudkan pemerintahan desa yang kuat, mewujudkan pembangunan masyarakat yang baik, meningkatkan pemberdayaan masyarakat serta meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat.

“Semoga kepengurusan yang baru nantinya dapat bekerjasama dalam mewujudkan visi dan misi Bupati Rohil menuju Rohil yang maju, religius, berbudaya berdasarkan infrastruktur serta perekonomian yang handal dan maju,” pungkasnya.

 

Harmi Kiri Kompas 1 Net melaporkan


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.