Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Tutup Pelatihan Dasar CPNS, Bupati Rohil Minta Miliki Disiplin dan Etos Kerja Tinggi

74
×

Tutup Pelatihan Dasar CPNS, Bupati Rohil Minta Miliki Disiplin dan Etos Kerja Tinggi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Rohil , Kompas 1 Net– Bupati Rokan Hilir (Rohil) Afrizal Sintong SIP, M.Si secara langsung menutup Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dilingkungan Pemerintah Kabupaten Rohil Tahun anggaran 2023, Sabtu (2/9/2023).

Acara penutupan yang dipusatkan di salah satu hotel di Bagansiapiapi tersebut tampak dihadiri Sekda Rohil H Fauzi Efrizal, Asisten l Fery H Parya, Direktur RSUD RM Pratomo Bagansiapiapi dr Tri Buana Tungga Dewi, Kepala BKPSDM Acil Rustanto, beberapa kepada OPD dan berbagai unsur lainnya. Kepala BPSDM Provinsi Riau juga turut hadir secara virtual.

Bupati Rohil Afrizal Sintong SIP, M.Si dalam sambutannya mengatakan, ucapkan selamat kepada seluruh peserta Diklat yang telah berhasil mengikuti Pendidikan dan Latihan Dasar secara Blended (elerning dan ya classical) melalui metode pembelajaran jarak jauh dan tatap muka secara langsung, yang wajib diikuti oleh semua Calon Pegawai Negeri Sipil.

“Inilah sebuah proses yang mau tidak mau, suka atau tidak suka, harus dikuti oleh setiap Pegawai Negeri Sipil sebagai salah satu persyaratan untuk bisa diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil,” kata Bupati.

Meski metode pembelajaran jarak jauh dengan memanfaatkan Teknologi Informasi,seluruh peserta dapat mengikuti semua kegiatan yang telah diagendakan dengan lancar tanpa halangan apapun, serta dapat mematuhi peraturan-peraturan disiplin yang diberlakukan.

Selain banyaknya materi yang telah disampaikan oleh para Widyaiswara lanjut Bupati, pada Diklat ini diterapkan Peraturan-Peraturan yang ketat, untuk melatih peserta agar memahami dan mau belajar mendisiplinkan diri serta menghormati dan mematuhi setiap peraturan yang dibuat.

Disiplin dan patuh terhadap peraturan adalah sikap-sikap yang harus ditanamkan dan ditumbuhkan di dalam diri setiap Pegawai Negeri Sipil, karena seorang Pegawai Negeri Sipil harus bisa menjadikan dirinya sebagai contoh dan panutan bagi masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan beberapa pesan diantaranya, agar para PNS nantinya dapat menerapkanlah berbagai ilmu yang telah didapat selama mengikuti Pelatihan Dasar tersebut.

Sebab terang Bupati, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Rokan Hilir bersama BPSDM Provinsi Riau telah bekerja keras untuk membantu dan memfasilitasi para CPNS memenuhi kewajiban mengikuti Latsar.

“Sebab, apa yang telah saudara dapatkan selama mengikuti Diklat tersebut adalah bekal awal dalam bekerja sebagai Aparatur Negara,” paparnya.

Kemudian, Bupati juga berpesan agar CPNS nantinya dapat melaksanakan dengan sungguh-sungguh apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab di lingkungan kerja masing-masing.

“Kita harus mampu menjadi Aparatur yang mempunyai etos kerja yang tinggi. Bekerjalah sesuai dengan tupoksi di OPD tempat kita bekerja. Ketekunan dan Kedisiplinan anda menentukan berhak atau tidaknya saudara diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil,” jelasnya.

Selain itu, Bupati meminta agar para CPNS menjadi Aparatur yang amanah, aparatur yang memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat dan bangsa. Apalagi jelas Bupati, sebagai abdi negara, para PNS harus bisa memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat dalam membantu pemerintah daerah untuk memajukan daerah.

“Selalu tingkatkan kemampuan kapasitas dengan berbagai bekal pengetahuan dan keterampilan. Sebab ke depan tugas semakin berat, mari bekerja dengan ikhlas dan bantu kami dalam membangun daerah yang kita cintai ini,” katanya.

Bupati menambahkan, dari 80 CPNS yang mengikuti pelatihan dasar, lebih banyak berasal dari luar Kabupaten Rohil. Sehingga, Bupati meminta agar para CPNS yang berasal dari luar daerah agar pindah dan tinggal menetap di Kabupaten Rohil.

“Kami meminta dan berharap semua PNS ini tinggal dan menetap di Rohil agar dapat fokus dalam bekerja,” pungkasnya.Dalam kesempatan itu, Bupati turut menyampaikan ucapkan terima kasih kepada Kepala BPSDM Provinsi Riau beserta jajarannya, Para Widyaiswara, dan Panitia Penyelenggara yang tanpa henti terus melanjutkan tugasnya masing-masing dalam pelaksanaan kegiatan Latsar.


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.