Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Semangat HUT ke 80 RI di Tabir Ilir, Ketua Apdesi Pimpin Aksi Bersih Jalan dan Lapangan Upacara 17 Agustus 

119
×

Semangat HUT ke 80 RI di Tabir Ilir, Ketua Apdesi Pimpin Aksi Bersih Jalan dan Lapangan Upacara 17 Agustus 

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MERANGIN, Kompas 1 net – – Dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kecamatan Tabir ilir Kabupaten Merangin pimpin lansung kegiatan pembersihan Jalan utama menuju Kantor Camat Tabir Ilir dan lapangan untuk memperingati kemerdekaan Indonesia ke 80, dengan mengunakan alat berat.

Aksi ini diikuti juga dengan pemasangan Bendera Merah Putih dan umbul-umbul di seluruh area kantor dan sepanjang jalan utama di wilayah tersebut. Kegiatan yang dimulai sejak pagi hari ini di monitor kan angsung oleh Aswani HS. Kekompakan dan kebersamaan dalam kegiatan tersebut terlihat jelas dari raut wajah mereka (Rabu 06/08/25).

“Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari semangat kemerdekaan yang harus terus kita jaga, selain untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan indah, ini juga menjadi momen untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air,” ujar Aswani HS (ketua Apdesi).

Setelah kegiatan selesai, dilanjutkan dengan pemasangan bendera Merah Putih di depan setiap kantor desa, sekolah, hingga rumah-rumah warga. Pemasangan bendera ini diharapkan dapat menggugah semangat nasionalisme masyarakat dan membuat suasana peringatan HUT RI ke-80 semakin meriah.

“Kami berharap, melalui kegiatan ini, seluruh masyarakat Tabir ilir ikut serta dalam memeriahkan HUT RI ke-80. Mari kita kibarkan bendera Merah Putih dengan bangga sebagai simbol perjuangan para pahlawan kita,” tambahnya.

Rangkaian kegiatan ini menjadi pembuka dari berbagai acara lain yang akan diselenggarakan oleh Kecamatan Tabir ilir untuk merayakan HUT RI yang ke-80, seperti upacara Bendera serta acara hiburan lainnya.

Ade Irawan (tores)


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.