Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Pemerintah Dorong Diaspora Indonesia Turut Aktif Membangun Negeri

59
×

Pemerintah Dorong Diaspora Indonesia Turut Aktif Membangun Negeri

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Singapura, Kompas 1 Net -Warga Negara Indonesia (WNI) banyak tersebar di seluruh belahan dunia, termasuk di Singapura. Di negeri Singa ini, diperkirakan terdapat sekitar 250.000 WNI atau hampir 5 persen dari jumlah penduduk Singapura. Oleh karena itu, dengan banyaknya populasi tersebut, diharapkan para WNI di luar negeri dapat terus berkarya dan memberikan dukungan untuk membangun negeri..

“Pemerintah senantiasa mendorong untuk masyarakat Indonesia di luar negeri terus berkarya, berprestasi, serta menjaga kekompakan dan silaturahmi antara satu dengan yang lain sambil terus memberikan dukungan di tanah air, ini harapan pemerintah,” tutur Wakil Presiden (Wapres) K. H. Ma’ruf Amin saat melakukan pertemuan dengan Diaspora Indonesia di Ruang Nusantara Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura, Selasa (18/10/2022).

Lebih lanjut Wapres menyampaikan, salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mendukung pembangunan di tanah air adalah dengan berbagi pengalaman yang telah dijalani dalam bidang kerja masing-masing kepada sesama diaspora lainnya. Sebab, pengalaman merupakan guru paling berharga.

“Pengalaman dan kiat-kiat sukses saudara-saudara sekalian itu menjadi semacam sumbangan ilmu pengetahuan, sumbangan pemikiran. Kalau bahasa agamanya jadi sedekah ilmu untuk para pelaku bisnis di tanah air,” papar Wapres.

Dengan demikian, tambah Wapres, diaspora Indonesia dapat menjadi salah satu pemberi solusi terhadap tantangan yang dihadapi Indonesia, melalui pengalaman yang di dapatnya di luar negeri.

“Masyarakat diaspora itu bisa menjadi bagian dari solusi serta senantiasa membawa citra baik Indonesia dalam aktivitas bisnisnya,” imbuh Wapres.

Menutup sambutannya, Wapres pun berharap, agar seluruh WNI dimanapun berada dapat terus mengoptimalan potensi-potensi yang dimiliki, baik Sumber Daya Manusia maupun Sumber Daya Alam sehingga memberikan dampak yang baik untuk bangsa dan negara Indonesia.

“Saya mengistilahkan jangan ada lahan yang tidur, dan jangan ada tenaga yang _nganggur_, itu terus saya ingatkan,” ungkap Wapres.

“Oleh karena itu, kita ingin mempertahankan dan juga meningkatkan dan ingin memanfaatkan potensi-potensi yang kita miliki terutama Sumber Daya Manusia yang cukup besar dan Sumber Daya Alam,” pungkasnya.

Sebelumnya Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura Suryo Pratomo menyampaikan sinergi antara jajaran kedutaan dengan diaspora Indonesia yang telah dilakukan, salah satunya dalam penanganan dampak pandemi Covid-19. Ia mengungkapkan kolaborasi yang terjadi dapat terjalin dengan baik.

“Kita bersyukur dengan gotong royong yang kita lakukan secara bersama-sama, kita bisa melewati situasi yang sulit itu,” urainya.

Selain Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura, hadir dalam acara ini Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi, jajaran pejabat dan pegawai di lingkungan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura dan sekitar 80 orang perwakilan Diaspora Indonesia di Singapura.

Sementara Wapres didampingi oleh Kepala Sekretariat Wapres Ahmad Erani Yustika, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Ekonomi dan Peningkatan Daya Saing Guntur Iman Nefianto, Staf Khusus Wakil Presiden Masduki Baidlowi, Tim Ahli Wakil Presiden Farhat Brachma, dan Iggi Haruman Achsien.

 

(Sumber:NN/RJP, BPMI – Setwapres)

Editor Redaksi Kompas 1 Net


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.