Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Pemerintah Desa Sialang Godang Salurkan Bantuan BLT Tahap III

86
×

Pemerintah Desa Sialang Godang Salurkan Bantuan BLT Tahap III

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Bandar Petalangan, Kompas 1 Net– Pemerintah Desa Sialang Godang Kecamatan Bandar Petalangan Salurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) Tahap III kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM), bertempat di aula rapat kantor desa Sialang Godang, pada Kamis (14/9/2023).

Hadir saat penyerahan bantuan ini camat Bandar Petalangan Ramli,S.Pd.M.Pd didampingi oleh Kepala Seksi Pembangunan Pemberdayaan Masyarakat Desa Yurnadias,SP , Kepala Desa Sialang Godang Syafarudin dan masyarakat penerima manfaat.

Dalam kata sambutan Kepala Desa Sialang Godang Syafarudin menyampaikan ucapan selamat kepada camat Bandar Petalangan yang baru dilantik semoga amanah dan bisa membawa kecamatan Bandar Petalangan ini kearah yang lebih maju lagi kedepannya.

Syafarudin juga menyampaikan bahwa bantuan BLT yang diserahkan hari ini adalah bantuan tahap III dan bersumber dari anggaran Dana Desa (DD) untuk 3 bulan yaitu bulan Juli, Agustus dan September, yang diserahkan kepada 33 orang keluarga penerima manfaat dengan rincian Rp. 300.000/ bulan dikali 3 bulan, jadi tiap- tiap orang penerima manfaat mendapat Rp. 900.000, “Mudah- mudahan bantuan BLT yang dibagikan ini hendaknya dapat bermanfaat bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari “. Harap Syafarudin.

Selanjutnya camat Bandar Petalangan Ramli,S.Pd.M.Pd dalam kata sambutannya juga menyampaikan kita patut bersyukur kepada Allah SWT masih dapat perhatian dari pemerintah berupa bantuan yaitu bagi warga yang kurang mampu, jangan dinilai besar kecilnya bantuan yang diberikan akan tetapi inilah bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat oleh karena itu mari sama- sama kita berdoa mudah- mudahan di tahun depan program ini masih berlanjut, harap Ramli

BLT yang diterima hari ini lanjut Ramli nominalnya tidak berlebih dan tidak berkurang dari yang diterima di tahap sebelumnya yaitu Rp.300.000 per bulannya, adapun tujuan pemerintah memberikan bantuan ini adalah untuk membeli kebutuhan pokok sehari- hari seperti beras, sayur, gula, telor dan lain-lain sebagainya bukan untuk hal- hal yang lain seperti membeli handphone, untuk berjalan- jalan dan lain sebagainya.

Kepada kepala desa saya juga berpesan sebagaimana sesuai dengan program unggulan Bupati Pelalawan kalau ada anak- anak yatim, anak putus sekolah, janda kurang mampu dan masyarakat miskin agar secepatnya didata dan dilaporkan ke pihak kecamatan dan kami di kecamatan akan melaporkan segera ke pihak kabupaten agar mereka mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Bantuan BLT Tahap III Desa Sialang Godang ini diserahkan secara simbolis oleh Camat Bandar Petalangan Ramli,S.Pd.M.Pd, Kepala Desa Sialang Godang Syafarudin dan Kasi PPM Kantor Bandar Petalangan Yurnadias, SP kepada tiga orang keluarga penerima manfaat.

Kontributor: Nazar Efendi,S.Pd.I K


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.