Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Pembangunan Gedung Serbaguna di Desa Guguk Renah Pembarap Terbengkalai, Irban: Laporan Sudah Sampai ke Wabup Merangin 

100
×

Pembangunan Gedung Serbaguna di Desa Guguk Renah Pembarap Terbengkalai, Irban: Laporan Sudah Sampai ke Wabup Merangin 

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Merangin , Kompas 1 net – Pembangunan Gedung serbaguna di RT 07 Desa Guguk, Kecamatan Renah Pembarap Kabupaten Merangin hingga kini masih terbengkalai, dan sangat memprihatikan kembali lagi diperiksa oleh pihak inspektorat Kabupaten Merangin.

Bangunan yang telah menelan anggaran sebesar Rp.450.000.000 Rupiah pada tahun 2023 yang di salurkan dalam 3 (tiga) Tahap tidak dapat dipergunakan selayaknya. Sepertinya, pekerjaan bangunan terkesan sengaja dilakukan. Kalau dilihat kondisi dilapangan, Gedung tersebut sangat memprihatikan dan terlihat menyeramkan karena disekelilingnya sudah ditumbuhi oleh rumput-rumput liar, tidak dipasang pintu, Lantai yang tidak berkeramik, tidak ada lampu penerangan, dinding yang sudah mulai keropos, dan lain-lain.

Pada hari Jum’at tanggal 11 April 2025, Gedung serbaguna di RT 07 Desa Guguk kembali diperiksa lagi oleh pihak inspektorat yang berjumlah 3 (tiga) orang. Tetapi, menurut keterangan dari warga, pemeriksaan hanya Anggaran Tahun 2024, sedangkan tahun Anggaran Tahun 2023 tidak di periksa dengan dalih tidak ada aduan. Ironisnya, pemeriksaan sudah dilakukan 2 kali, akan tetapi hasilnya sama seperti semula.

Salah seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa pemeriksaan yang dilakukan hanya tahun Anggaran Tahun 2024. Sedangkan, Gedung Serbaguna yang dibangun pada Tahun Anggaran Tahun 2023, tidak diperiksa dengan alasan tidak ada aduan.

“Kemaren inspektorat turun periksa ulang Dana 2024, tapi Dana 2023 tidak diperiksa, karena aduan masyarakat cuma Dana 2024, Dana 203 tidak ada aduan,” ucapnya.

Sekretaris Desa (sekdes) saat dikonfirmasi melalui WhatsApp menyebutkan bahwa pengecekan ulang dilakukan hari Jum’at tanggal 11/4/25 dan kedua PJ Kades akan dipanggil. Tetapi, pemangilan tersebut masih diatur.

“Sesudah pengecekan ulang Jum’at belakang, belum ada kabar lebih lanjut, infonya PJ Kades lama dan sama PJ baru mau dipanggil ke Bangko menghadap pak inspektur untuk jadwalnya masih diatur,” kata sekdes.

“Jadwal pemangilan untuk kedua PJ Kades masih diatur, ada klarifikasi dari tim yang turun kemaren Jum’at, tambahnya lagi.

Sementara itu, Camat Kecamatan Renah Pembarap Zainul Aripin saat dihubungi melalui WhatsApp menyebutkan bahwa pemeriksaan yang dilakukan oleh inspektorat belum ada informasi yang jelas, dan untuk pelaksanaan yang terlambat sudah ada progresnya.

“Maaf Dinda, untuk sementara tidak ada informasinya yang jelas, untuk pelaksanaan kegiatan yang terlambat sudah ada progresnya dilanjutkan, karena dari pada tim monev kecamatan Renah Pembarap dilanjutkan tim monev inspektorat kabupaten Merangin. Dan untuk PJ Kades, dia baru sembuh sakit operasi jantungnya, belum bisa banyak bergerak berpikir terbebankan,” ucap Camat.

Terpisah, setelah mendapat jawaban dari Sekdes dan Camat, media ini mengkonfirmasikan ke pihak inspektorat Merangin melalui Irban 2 (Arip Budiman) terkait prihal diatas, menyebutkan kalau SPT untuk tahun 2023 belum ada. “Belum ada SPT kami untuk meriksa TA. 2023, yang sudah diperiksa tahun 2024,” jawab Irban 2

Katakan Irban 2, Untuk pemanggilan terhadap Kedua PJ Kades Guguk, telah disampaikan ke Wakil Bupati Merangin. ” Sudah, laporan telah kami sampaikan ke pak Wabup,” pungkasnya.

 

Penulis  . Tores**

Penerbit. KOMPAS 1 NET


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.