Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Menteri Perindustrian Resmikan Smelter Titanium Pertama di Indonesia

718
×

Menteri Perindustrian Resmikan Smelter Titanium Pertama di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Caption: Peresmian smelter titanium milik Arbi Leo oleh Menteri Perindustrian RI, Kamis (07/12/2023) di Bangka.

BANGKA, Kompas 1 Net— Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, meresmikan Smelter Titanium PT Bersahaja Berkat Sahabat Jaya (BBSJ) di Baturusa, Merawang, Bangka, Kamis (7/12/2023).

Acara peresmian dihadiri oleh jajaran Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Direktur PT BBSJ, Arbi Leo, dan mantan Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman.

Dalam sambutannya, Menteri Agus menyampaikan kebanggaannya atas keberhasilan pembangunan smelter titanium pertama di Indonesia.

Ia mengucapkan selamat kepada BBSJ atas peluncuran ini, menyoroti bahwa smelter ini diinisiasi oleh seorang anak muda dan merupakan yang pertama menggunakan teknologi PNBN secara penuh.

“Smelter ini menjadi bukti komitmen untuk terus mengembangkan hilirisasi, dan saya bangga karena Pak Arbi Leo, putra daerah Bangka Belitung, terlibat aktif dalam pembangunan daerah dan bangsa ini,” ujar Menteri Agus.

Menteri Agus menekankan bahwa meskipun tantangan di era perdagangan bebas semakin berat, industri pengolahan dan manufaktur di Indonesia dapat tumbuh pesat dan bersaing di pasar global. Pertumbuhan sektor manufaktur sebesar 5,02 persen on year, melebihi pertumbuhan ekonomi nasional, membuktikan kontribusi sektor ini sebagai tulang punggung ekonomi nasional.

Direktur Utama PT BBSJ, Arbi Leo, menyatakan bahwa pembangunan smelter titanium berjalan lancar berkat dukungan penuh Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian Perindustrian RI, dan Pemerintah Daerah.

Ia berkomitmen mendukung program hilirisasi pemerintah dan berharap PT Bersahaja dapat terus berkontribusi pada pembangunan negara.

“Kami berharap agar dukungan terus mengalir, sehingga PT Bersahaja dapat terus berperan dalam pembangunan negeri melalui inisiatif smelter titanium pertama di Indonesia ini,” tambah Arbi Leo.

Keluarga Besar PJS Beri Dukungan

Pengusaha muda ini juga mendapat dukungan dari keluarga besar PJS. Ketua Umum DPP PJS, Mahmud Marhaba, mengucapkan selamat kepada Arbi Leo atas kesuksesannya membangun smelter titanium pertama di Indonesia.

“Atas nama keluarga besar PJS se Indonesia saya mengucapkan selamat kepada pak Arbi Leo yang hari ini menunjukan prestasi yang luar biasa. Ini merupakan smelter Titanium pertama di Indonesia,”ungkap Mahmud.

Mahmud juga mengatakan bahwa Arbi Leo merupakan pembina DPP PJS. Sebagai pengusaha muda, dirinya memiliki komitmen untuk membangun daerah Bangka Belitung. Ia tidak hanya mengembangkan usaha tambang, tetapi juga pariwisata dan bisnis kuliner.

Selain sebagai pengusaha muda yang sukses di bidang tambang, pariwisata, dan kuliner, Arbi Leo juga memiliki komitmen untuk mengedukasi masyarakat lewat BN Media Group (BNRadio, BNNasional.com, BNBabel.com, BNTV serta production house) dan memproduksi film-film yang berkualitas diantaranya ‘Imam Tanpa Makmun’ yang peluncurannya Oktober kemarin disejumlah bioskop di Jakarta dan kota-kota besar lainnya.

“Pak Arbi Leo merupakan aset bangsa, mari kita support untuk kesuksesan serta apa yang menjadi rencananya kedepan,” pinta Mahmud saat berbicara dengan beberapa pengurus PJS.(*)


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.