Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Mendagri Resmi Lantik Sekda SF Hariyanto sebagai Penjabat Gubernur Riau

110
×

Mendagri Resmi Lantik Sekda SF Hariyanto sebagai Penjabat Gubernur Riau

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jakarta, Kompas 1 Net– Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian melantik Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau SF Hariyanto sebagai Penjabat (Pj.) Gubernur Riau menggantikan Edy Nasution. Pelantikan berlangsung di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Kamis (29/2/2024). Pelantikan ini berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 36/P Tahun 2024 tentang Pengesahan Pemberhentian Gubernur Riau dan Pengangkatan Pj. Gubernur Riau.

Dalam sambutannya, Mendagri berharap, amanah yang diberikan tersebut dapat dijalankan dengan baik. “Tolong kepercayaan yang diberikan pimpinan negara Bapak Presiden dengan menandatangani Keppres tentang penjabat ini agar dijalankan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Dia mengatakan, apabila amanah tersebut dijalankan dengan baik, maka akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, sekaligus kebanggaan keluarga. Namun, jika amanah ini disalahgunakan tentu bakal menimbulkan risiko. “Itu saya minta jalankan dengan baik, berikan contoh kepada staf,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mendagri membeberkan berbagai upaya yang perlu dilakukan SF Hariyanto agar menjadi pemimpin yang kuat. Menurutnya, pemimpin yang kuat tidak hanya ditopang oleh struktur pimpinan di atasnya, tapi juga dukungan dari jajaran di sekitarnya. Karena itu, dia mengimbau agar Hariyanto dapat membangun hubungan baik dengan jajarannya, termasuk bupati/wali kota dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Tak hanya itu, SF Hariyanto juga perlu membangun hubungan yang baik dengan masyarakat sehingga mendapat dukungan terhadap berbagai program yang dijalankan. Langkah itu misalnya dengan rajin turun ke lapangan menemui masyarakat untuk menyerap berbagai aspirasi.

“Kemudian memiliki pijakan yang kuat, fondasi yang kuat untuk kokoh berdiri yaitu kepercayaan rakyat, yaitu disukai rakyat,” jelas Mendagri.

Selain itu, Mendagri juga mendorong Pj. Gubernur Riau agar memiliki konsep mengenai program yang perlu dikerjakan. Terlebih Provinsi Riau merupakan daerah penting dengan jumlah penduduk yang terbilang banyak dengan sumber daya alam melimpah. Dia menekankan agar Pj. Gubernur Riau dapat memperkuat kapasitas masyarakat untuk mengelola sumber daya alam tersebut.

“Dibuat program-program untuk memperkuat sumber daya manusianya menjadi tenaga kerja yang unggul, terampil, berwawasan luas, dan sehat,” jelasnya.

Sumber: Kemendagri


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.