Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Koperasi”Merah Putih” Desa Ulak Makam Resmi Terbentuk, Daman Huri Harap Dapat Kuatkan Ekonomi 

82
×

Koperasi”Merah Putih” Desa Ulak Makam Resmi Terbentuk, Daman Huri Harap Dapat Kuatkan Ekonomi 

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Merangin, Kompas 1 net- Kepala Desa Ulak Makam menghadiri Musyawarah Desa Khusus (Musdesdus ) Pembentukan Koperasi Desa “Merah Putih” bertempat di desa yaitu Aula kantor desa Ulak Makam Kecamatan Tabir Ilir Kabupaten Merangin. Selasa 27 Mei 2025.

Musyawarah pembentukan ini diinisiasi oleh BPD yang dihadiri oleh Camat, Kades Ulak Makam,Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa, Ketua BPD beserta anggota, Perangkat Desa, Ketua TP PKK Desa, Perwakilan LKD serta Tokoh Masyarakat, dan perwakilan BUMDesa. Musdesdus ini khusus dilaksanakan sebagaimana amanat dari Inpres No. 9 Tahun 2025, yang berkaitan dengan percepatan pembentukan koperasi desa “Merah Putih”.

Sebagaimana diketahui, Koperasi Merah Putih ini merupakan kebijakan strategis dari Pemerintah pusat dalam upaya untuk mendorong pemberdayaan masyarakat desa, penguatan ekonomi kerakyatan, penciptaan lapangan pekerjaan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa.

Dalam agenda musyawarah desa (musdes) ini disepakati tentang kelembagaan koperasi sebagai koperasi bentukan baru, dengan nama Koperasi Desa ‘Merah Putih”, dengan anggota pendiri adalah seluruh undangan yang hadir. Untuk susunan kepengurusan dan pengawas juga menjadi kesepakatan di forum tersebut dipastikan tidak ada yang memiliki hubungan keluarga di dalam kepengurusan.

Sedangkan untuk semua jenis usaha yang akan dilaksanakan yaitu meliputi usaha penyediaan sembako, pergudangan desa, simpan pinjam dan penyediaan sarana prasarana produksi pertanian dan lain-lain.

Kepala Desa Ulak Makam Daman Huri yang ikut hadir dalam musdes tersebut, sangat mengapresiasikan Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. Menurutnya, Kopdes dapat mendorong pemberdayaan masyarakat desa dalam penguatan ekonomi kerakyatan.

” Melalui kopdes ini, mudah-an besar manfaat bagi warga, terutama untuk simpan pinjam, dan bisa menyediakan sarana prasarana produksi pertanian,” ucap Daman Huri

Ia berharap, setelah pelaksanaan pembentukan koperasi desa merah putih, pemerintah desa segera untuk memfasilitasi pelaksanaan rapat pendiriannya, yang membahas hal-hal teknis administrasi yang harus dilengkapi untuk pengajuan akta notaris pendirian melalui Dinas Koperasi UKMPP kabupaten sebelum tanggal 30 Juni 2025.

” Saya harap setelah pembentukan kopdes ini pemerintah Desa hendaknya cepat dan tanggap untuk melaksanakan rapat pendirian, dan segera mengurus akta notaris agar kopdes segera terealisasi secepatnya,” tutup Daman Huri.

Penulis. Tores**


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.