Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Kadisparpora Merangin Serahkan Tropi Turnamen Sepak Bola Karang Taruna Pinang Serumpun, Ulak Makam, kepada Pemenang I

87
×

Kadisparpora Merangin Serahkan Tropi Turnamen Sepak Bola Karang Taruna Pinang Serumpun, Ulak Makam, kepada Pemenang I

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MERANGIN, Kompas 1 net -Kadisparpora Kabupaten Merangin Sukoso S. STP, di dampingi Camat Bangko Anggie Yuwana S. STP, menghadiri langsung acara penutupan Turnamen Sepak Bola HUT Karang Taruna Pinang Serumpun yang ke 17 tahun 2025 yang digelar di desa Ulak Makam Kecamatan Tabir ilir Kabupaten Merangin, (Senin 07 Juli 2025).

Turnamen sepak bola Pinang Serumpun CUP ini diikuti dari berbagai tim dari berbagai kecamatan di kabupaten Merangin yang hampir berlangsung 1 bulan, para peserta menunjukkan semangat juang dan kualitas permainan yang luar biasa.

Dalam sambutannya, Sukoso S.STP dengan sangat bangga menyampaikan apresiasi dan rasa hormat atas inisiatif semua panitia dan masyarakat setempat yang telah menggelar turnamen sepak bola sebagai ruang bersama bagi masyarakat, pemuda, dan para pecinta olahraga sepak bola.

“Turnamen ini bukan hanya suatu perayaan seremonial ulang tahun karang taruna, tapi juga menjadi momentum yang penting untuk menghidupkan kembali semangat pembinaan sepak bola di desa Ulak Makam. Ini bukan sekadar soal mencari pemenang, tapi soal menumbuhkan harapan dan regenerasi atlet daerah,” Ujar Sukoso.

Menurutnya, kehadiran dari berbagai tim dari berbagai kecamatan merupakan sinyal kuat bahwa gairah sepak bola di desa Ulak Makam ini masih hidup dan bahkan semakin tumbuh.

Ia menyebutkan, selama turnamen tersebut berlangsung, ia turut melakukan pemantauan terhadap pemain-pemain muda yang menunjukkan potensi untuk dibina lebih lanjut dalam sistem pembinaan secara resmi.

“saya sangat senang dan bangga serta berkomitmen untuk menjadikan turnamen seperti ini sebagai tahap awal. Para pemain yang bertalenta mudah-mudahan akan kami ajak bergabung dalam pembinaan jangka panjang. Harapan saya, agar kelak mereka bisa mewakili desa di level provinsi, bahkan nasional,” Tambahnya.

Sukoso S.STP juga menyoroti bahwa peran sepak bola adalah sebagai media yang mampu mempersatukan berbagai elemen masyarakat. Menurutnya, turnamen ini tidak hanya berdampak pada aspek olahraga, tetapi juga sosial, budaya, hingga ekonomi lokal.

”Saya sangat mengapresiasi kegiatan karang taruna Pinang Serumpun ini, ini bukan hanya karena hanya menggagas turnamen, tetapi juga karena keberpihakan terhadap pemuda dan olahraga lokal,” imbuhnya.

Ia berharap agar turnamen ini bisa dijadikan agenda rutin tahunan, dan menjadi bagian dari program jangka panjang pembinaan atlet daerah. Ia juga mengajak semua pihak baik pemerintah, swasta, maupun komunitas untuk bersinergi memajukan olahraga, khususnya sepak bola, di kecamatan Tabir ilir

”Kita semua harus jadi bagian dari gerakan ini. Sepak bola adalah bahasa universal yang bisa menyatukan kita semua. Mari terus kita rawat semangat ini. Dan kami akan terus membuka pintu selebar-lebarnya bagi siapa pun yang ingin membangun masa depan sepak bola daerah,” pungkasnya.

Usai pertandingan, Kadisparpora Merangin Sukoso S.STP didaulat untuk menyerahkan Piala Juara 1 dari Kades Ulak Makam, kepada juara 1 (tuan rumah) dan untuk juara 2 di serahkan olek Kades Ulak Makam Daman Huri. Sedangkan juara 3 diraih oleh tim dari desa Kandang dan juara 4 diraih oleh tim dari desa Tunggul Bulin.

Penghargaan yang diberikan tidak hanya menjadi simbol dari keberhasilan, tetapi juga sebagai pelecut semangat untuk terus berkembang untuk masa depan. Dan turnamen sepak bola ini menjadi bukti bahwa sinergi antara institusi dan masyarakat mampu melahirkan kegiatan yang berdampak luas.

Ade Irawan (tores)
Ka.Biro. Merangin
Penerbit. KOMPAS I NET


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.