Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Ingin Dengar Keluhan Abang Becak dan Gerobak, Bupati Rohil Gelar Temu Ramah 

67
×

Ingin Dengar Keluhan Abang Becak dan Gerobak, Bupati Rohil Gelar Temu Ramah 

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Rohil, Kompas 1 Net – Bupati Rokan Hilir (Rohil) Afrizal Sintong SIP, M.Si menggelar acara temu ramah dengan abang becak dan penarik gerobak. Pertemuan tersebut dipusatkan di Gedung Misran Rais, Bagansiapiapi, Selasa (15/8/2023).

Temu ramah tersebut tampak dihadiri Sekda Rohil H Fauzi Efrizal, pengawas Baznas Syakolan, Komisioner Baznas, para kepala OPD, Ketua HNSI Rohil Jonnaidi dan berbagai unsur lainnya.

Bupati Rohil Afrizal Sintong dalam sambutannya mengatakan, ramah tamah antara Bupati dengan abang becak dan tukang tarik gerobak tersebut merupakan perdana di laksanakan dan atas berbagai usulan.

“Ini belum pernah dilakukan Pemda, makanya hari ini kita laksanakan karena ada beberapa usulan,” kata Bupati.

Dengan pelaksanaan temu ramah ini lanjut Bupati, dirinya ingin mendengarkan secara langsung keluhan para tukang becak dan penarik gerobak.

“Saya ingin mendengar apa keluhan tukang becak dan gerobak dan bagaimana cara nya meningkatkan perekonomian mereka,” paparnya.

Sebab sebut Bupati, ekonomi para tukang becak dan penarik gerobak saat ini sangat tergolong sulit jika dibandingkan dengan zaman dahulu.

“Saat ini pengguna becak sudah sangat jauh berkurang dibandingkan dulu, paling ramai saat ada acara atau ivent. Sehingga kami Pemda senantiasa berupaya mendatangkan para wisatawan ke Bagansiapiapi ini,” paparnya.

Saat ini tambah Bupati, tukang becak dan penarik gerobak yang ada di Bagansiapiapi ada sekitar 400 orang lebih. Namun, untuk jumlah pastinya harus dilakukan pendataan ulang.

Sehingga, Bupati meminta kepada para tukang becak dan penarik gerobak agar membentuk organisasi dan pendataan ulang seluruh tukang becak dan penarik gerobak. Karena, Bupati berkeinginan agar para tukang becak memiliki usaha sampingan agar ekonomi nya dapat terbantu.

“Bentuk kepengurusan organisasi, sehingga nantinya kita bisa berikan bantuan. Karena untuk menggunakan uang negara tentu ada aturan yang berlaku, sehingga dalam memberikan bantuan kepada tukang becak dan gerobak harus sesuai dengan aturan misalnya melalui organisasi becak maupun gerobak,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga memberikan bantuan berupa beras 5 Kg, minyak goreng 1 Kg serta telur 1 papan kepada masing-masing tukang becak dan penarik gerobak. Dimana, bantuan Sembako itu bekerjasama dengan Baznas Kabupaten Rohil.


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.