Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

H,Zukri Misran Terima Penghargaan Nasional Kategori Bupati Pendukung Utama Pengelolaan Zakat.

58
×

H,Zukri Misran Terima Penghargaan Nasional Kategori Bupati Pendukung Utama Pengelolaan Zakat.

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jakarta – Kepedulian Bupati Pelalawan, H Zukri dalam mendukung dan mendorong kebangkitan Zakat Indonesia khususnya di Kabupaten Pelalawan mendapatkan apresiasi dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Republik Indonesia.

Apresiasi tersebut berupa penghargaan Baznas Award 2023 kategori Bupati Pendukung Utama Pengelolaan Zakat. Penghargaan kategori ini langsung diterima Bupati Pelalawan H Zukri pada Penganugerahan BAZNAS Award 2023 yang digelar di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa (21/3/2023).

 

Kegiatan yang merupakan agenda tahunan Baznas RI ini di buka langsung oleh Wakil Presiden RI, KH. Ma’ruf Amin. Turut hadir Menteri Koperasi dan UMKR RI, Teten Masduki, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan yang diwakili Sesmenko,Teguh Pudjo Rumekso, beberapa pejabat Kementerian, Ketua Baznas RI, Noor Achmad bersama jajaran, para alim ulama, cendekiawan, para tokoh, para Penerima Penghargaan serta undangan lainnya.

Kepada awak media, Bupati Pelalawan H Zukri usai menerima penghargaan menyampaikan terima kasih kepada Baznas RI atas penghargaan yang diberikan.

“Penghargaan ini kami persembahkan kepada masyarakat Kabupaten Pelalawan, ASN, maupun Baznas Kabupaten Pelalawan yang telah bekerja maksimal dalam mengumpulkan dan mengelola zakat. Ditambah juga kepada masyarakat Pelalawan, para muzakki dan organisasi pengumpul dan pengelola zakat lainnya,” kata H Zukri.

Lanjut dikatakan H. Zukri bahwa selama ini Baznas Pelalawan telah berkembang. Apalagi dengan kebijakan yang dikeluarkannya merujuk pada kebijakan yang lebih tinggi dengan membersihkan penghasilan ASN sebelum masuk ke rekening mereka.

“Karena zakat inilah banyak juga saudara-saudara kita yang terbantu sesuai dengan ketentuan penerima zakat, baik dibantu biaya pengobatan, bantuan anak yatim-piatu, bantuan bencana bahkan bedah rumah, bantuan usaha, serta berbagai bantuan lainnya,” terang Bupati Pelalawan H Zukri.

Ditambahkan Ketua NU Pelalawan ini pun mengapresiasi upaya Baznas Pelalawan maupun organisasi pengumpul dan pengelola zakat lainnya. Apalagi pemerintah juga sudah mengalokasikan dana untuk membantu setiap bulan anak yatim-piatu, lansia atau janda tua untuk masyarakat Kabupaten Pelalawan.

“Kita berharap sinergitas dan kerjasama ini terus terjalin sebagai salah satu upaya mewujudkan masyarakat Pelalawan yang sejahtera,” imbuh nya.*


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.