Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Grand Closing dan Business Matching Pelatihan Penguatan Kompetensi IKM Berbasis Teknologi dan Inovasi

49
×

Grand Closing dan Business Matching Pelatihan Penguatan Kompetensi IKM Berbasis Teknologi dan Inovasi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

YOGYAKARTA, Kompas 1 Net– Bertempat di Aula Adikarta Kabupaten Kulon Progo, D.I. Yogyakarta berjalan lancar kegiatan “Grand Closing & Business Matching Pelatihan Penguatan Kompetensi IKM Berbasis Teknologi dan Inovasi”.

Laporan yang diterima redaksi, Sabtu (25/11/2023), gelaran ini diikuti 75 Industri Kecil Menengah (IKM) terpilih di Kulon Progo, Yogyakarta dengan semarak.

Adapun acara ini menandai penutupan dari serangkaian kegiatan pelatihan yang terdiri dari 3 angkatan.

Pelatihan ini tidak hanya memberikan wawasan yang berharga kepada para peserta, tetapi juga menyediakan bantuan dalam rebranding logo dan kemasan untuk memberikan dorongan baru bagi pertumbuhan dan identitas bisnis mereka. Selain itu, hasil kolaborasi antara Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kulon Progo serta PT. Ultima Bisnis Transformasi yang dipimpin oleh dr. Imam Khoirul Fajri, M.M beserta timnya.

dr. Imam Khoirul Fajri, M.M. menyampaikan bahwasanya komitmennya adalah untuk memfasilitasi pertumbuhan bisnis lokal melalui pendekatan teknologi dan inovasi yang tepat guna.

“Kami sangat bangga melihat kemajuan yang dicapai oleh para peserta dan percaya bahwa investasi dalam peningkatan kompetensi ini akan memberikan dampak yang signifikan dalam ekosistem bisnis lokal.” terang Member kepenulisan di Taklim Jurnalistik.

Business Matching menjadi bagian tak terpisahkan dalam acara grand closing ini, dengan undangan kepada sejumlah tokoh bisnis ternama seperti Manager Purchasing Manna Kampus Group (jaringan swalayan dan ritel), CEO juragancod com (agregator pengiriman), Sibakul Jogja (Platform Digital Pembinaan dan Pengembangan Koperasi & UKM serta fasilitasi pemasaran produk UKM), dan Pakar Pemasaran Nasional.

Helatan yang berjalan belum lama ini, Kamis 23 November 2023 memberikan kesempatan bagi para IKM Kabupaten Kulon Progo Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta untuk berkolaborasi dan berjejaring dengan tokoh bisnis serta pakar pemasaran yang telah diundang, menciptakan potensi sinergi yang mendukung perkembangan industri lokal.

Acara Grand Closing & Business Matching ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dan lembaga terkait dalam mendukung pengembangan dan peningkatan kualitas bisnis IKM. */Mas Andre Hariyanto


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.