Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Dibawah Kepemimpinan Bupati Afrizal Sintong, Rohil Raih Penghargaan Kepala Daerah Inovatif Dari MNC

286
×

Dibawah Kepemimpinan Bupati Afrizal Sintong, Rohil Raih Penghargaan Kepala Daerah Inovatif Dari MNC

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Rohil, Kompas 1 Net- Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) berhasil meluncurkan inovasi dan layanan program kebersihan wilayah hingga meraih penghargaan Kabupaten terbersih se Provinsi Riau dari MNC Portal Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Bupati Rohil Afrizal Sintong saat dikonfirmasi melalui Kadiskominfotiks Indra Gunawan SE, Rabu (21/9/2022) sore.

“Alhamdulillah dibawah kepemimpinan pak Bupati Afrizal Sintong dan Wabup H Sulaiman Kabupaten Rohil berhasil meraih penghargaan kepala Daerah Inovatif dari MNC Portal Indonesia, ” kata Indra Gunawan.

Penyerahan plakat kepada Bupati Rohil sebut Indra, akan berlangsung besok malam 22 september 2022 di Kuil Sam Po Kong Semarang pada malam penganugerahan kepala daerah Inovatif.

“Ada puluhan Bupati, Gubernur dan Walikota yang akan mendapatkan penganugerahan oleh MNC Portal Indonesia. Untuk Provinsi Riau sendiri hanya Kabupaten Rohil, ” paparnya.

Indra Gunawan menerangkan, keberhasilan Kabupaten Rohil sendiri dibawah kepemimpinan Afrizal Sintong – H Sulaiman dinilai dari meningkatnya pengelolaan kebersihan dan keteduhan di Kabupaten Rohil, terlihat mulai dari ibu kota Bagansiapiapi yang bersih dan rapi sehingga menjadi atmosfir baru disetiap jalan dan sudut kota.

“Bahkan taman wisata baru turut meramaikan sejumlah kawasan. Sehingga, membuat suasana menjadi lebih segar ditambah lagi dengan adanya hiasan lampu yang kian semarak dan menambah estetika tersendiri bagi wilayah Kabupaten Rohil,” jelasnya.

Indra Gunawan juga menambahkan, event yang telah memasuki tahun ke-9 MNC portal Indonesia ini memberikan apresiasi terhadap kepala daerah di pemerintahan provinsi, kota dan kabupaten atas keberhasilan inovasi dan prestasi dalam memajukan daerah yang dipimpin.

Dimana katanya, event Kepala Daerah Inovatif (KDI) 2022 ini merupakan komitmen MNC portal Indonesia dalam memberikan dorongan dan motivasi untuk seluruh daerah di Indonesia untuk terus maju dan berkembang bahkan bersaing mewujudkan Indonesia yang sejahtera adil dan makmur.

“Adapun kategori yang diapresiasi pada event kepala daerah inovatif 2022 meliputi kategori di bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan pelayanan publik serta pariwisata,” pungkasnya.

 

Harmi Kiri Kompas 1 Net melaporkan


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.