Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Di Bulan Suci Ramadhan Pemdes Angkasa Salurkan BLT DD Tahun 2023

66
×

Di Bulan Suci Ramadhan Pemdes Angkasa Salurkan BLT DD Tahun 2023

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

 

Di Bulan Suci Ramadhan Pemdes Angkasa Salurkan BLT DD Tahun 2023.

Pelalawan – Bertempat di halaman kantor desa, Pemerintah Desa (Pemdes) Angkasa salurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa kepada masyarakat penerima manfaat pada hari Selasa (18/04/2023)

Kepala desa Angkasa Rudi Suprianto mengatakan, pencarian BLT bersumber dari Dana Desa (DD) Triwulanan I bulan Januari, Febuari,Maret – 2023.

“Penerima BLT sebanyak 64 orang dengan jumlah uang yang di terima setiap warga 3 bulan sekaligus sebesar Rp.900.000.00.(Sembilan Ratus Ribu Rupiah) dengan total keseluruhan Rp.57.600.000.00 (Lima Puluh Juta Enam Ratus Ribu Rupiah),” Ucapnya.

Berharap kepada warga penerima manfaat bantuan langsung tunai ini, gunakan dengan sebaik-baiknya, gunakanlah sesuai dengan kebutuhan pokok rumah tangga terlebih sebentar lagi kita sudah lebaran Idul Fitri 1444 H.

“Semoga, bantuan langsung tunai yang diberikan ini dapat bermanfaat bagi si penerima,” Imbuh Kades Angkasa Rudi Suprianto,S.IP.

Salah seorang penerima manfaat BLT yang tak engan namanya di publikasikan mengucapkan ribuan terimakasih kepada pemerintah desa dan pemerintah kabupaten Pelalawan juga pemerintah pusat.

“Bantuan ini sangat berharga sekali bagi kami, terlebih lagi hari lebaran idul Fitri 1444 H tinggal beberapa hari lagi,” cetusnya

Turut hadir di acara penyaluran BLT, Kades Angkasa,Rudi Suprianto.berserta staf, anggota BPD desa Bhabinkamtibmas Polsek Bunut jajaran Polres Pelalawan Polda Riau, A.Arif.S. Dan seluruh warga penerima manfaat.

Seluruh rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir berjalan dengan baik. * (DN).


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.