Jakarta, Kompas 1 net — Heri Ismanto resmi didaulat sebagai Ketua Bidang Ekonomi dan Koperasi Dewan Pimpinan Pusat Petani Kelapa Sawit Produktif Indonesia (DPP PKSPI), di bawah kepemimpinan Ketua Umum H. Nasarudin yang juga Komisaris JMTM.
Penunjukan Heri Ismanto, yang dikenal luas sebagai Datuk AMA Riau, dinilai menjadi penguatan besar bagi perjuangan petani kelapa sawit rakyat di Indonesia. Fokus utamanya: persoalan legalitas lahan, perlindungan kawasan, hingga keadilan ekonomi petani.
Sebagai asosiasi petani sawit yang bernaung di bawah Kementerian Pertanian RI melalui Direktorat Jenderal Perkebunan, DPP PKSPI menegaskan komitmen berdiri di garis depan membela kepentingan petani sawit produktif nasional.
1. Negara Wajib Hadir untuk Petani
Dalam keterangannya di Jakarta, Heri Ismanto menegaskan negara tidak boleh membiarkan petani sawit rakyat jadi korban penataan kawasan dan kebijakan perkebunan nasional.
“Petani sawit rakyat tidak boleh diposisikan sebagai masalah. Mereka adalah bagian penting dari kekuatan ekonomi bangsa. Negara wajib hadir melindungi, membina, dan memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,” tegas Datuk Heri Ismanto.
2. Jembatani Petani dengan Satgas PKH & Agrinas Palma
DPP PKSPI akan fokus menjembatani komunikasi dan sinkronisasi antara petani sawit rakyat dengan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) serta PT Agrinas Palma Nusantara. Tujuannya: agar pendataan dan penataan kebun dalam kawasan hutan berjalan adil, manusiawi, dan tidak merugikan masyarakat kecil.
Menurut Datuk Heri, banyak petani hidup dalam ketidakpastian akibat lemahnya pendampingan, minim legalitas, serta kurangnya akses perlindungan negara. PKSPI hadir memastikan petani punya wadah perjuangan yang kuat dan terorganisir.
3. Kawal Harga TBS & Penguatan Koperasi
Selain legalitas, DPP PKSPI juga akan mengawal harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit agar sesuai ketetapan pemerintah dan tidak dipermainkan pihak tertentu.
“Petani tidak boleh terus berada di posisi paling lemah. Sawit adalah penopang ekonomi nasional. Maka hasil keringat petani harus dibeli dengan harga yang berkeadilan,” ujar Heri Ismanto.
Di bidang ekonomi kerakyatan, Datuk Heri menegaskan pentingnya penguatan koperasi dan profesionalitas petani agar mampu akses bantuan, peremajaan, hingga pendanaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).
4. Energi Baru untuk Petani Nasional
Dengan pengalaman panjang advokasi masyarakat adat dan perjuangan sosial di Riau, kehadiran Heri Ismanto di DPP PKSPI dinilai membawa energi baru. Tujuannya memperkuat marwah dan posisi tawar petani sawit Indonesia di tingkat nasional.
Dari Jakarta, DPP PKSPI menegaskan satu sikap: petani sawit rakyat harus dilindungi, dihormati, dan dijadikan bagian utama dalam pembangunan ekonomi bangsa.
Editor. : Redaksi










