Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Camat Rupat Utara, Aulia Fikri, Resmi Tutup MTQ XXIII Tingkat Kecamatan Tahun 2025

102
×

Camat Rupat Utara, Aulia Fikri, Resmi Tutup MTQ XXIII Tingkat Kecamatan Tahun 2025

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Rupat Utara, Kompas 1 net – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXIII Tingkat Kecamatan Rupat Utara resmi ditutup oleh Camat Rupat Utara, Bapak Aulia Fikri, pada Jum’at malam, 24 Oktober 2025, bertempat di halaman Medang Perkasa Kantor Camat Rupat Utara.

Kegiatan yang telah berlangsung selama empat hari tersebut berjalan dengan lancar dan penuh semangat. Meski sempat diguyur hujan menjelang acara penutupan, antusiasme masyarakat dan peserta tidak surut sedikit pun. Warga tampak memenuhi area kegiatan untuk menyaksikan momen penutupan MTQ XXIII ini.

Dalam suasana yang penuh haru dan kebanggaan, diumumkan bahwa Desa Puteri Sembilan berhasil meraih Juara Umum Terbaik I pada MTQ XXIII Tingkat Kecamatan Rupat Utara Tahun 2025.

Dalam sambutannya, Camat Rupat Utara, Aulia Fikri, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas suksesnya penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Kegiatan MTQ ini bukan hanya ajang untuk mencari dan menampilkan bakat terbaik dalam seni baca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi wadah untuk menumbuhkan kecintaan dan pengamalan terhadap nilai-nilai Al-Qur’anul Karim dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Camat.

Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia pelaksana, dewan hakim, peserta, serta masyarakat yang telah berpartisipasi dan mendukung penuh kegiatan MTQ XXIII hingga berjalan dengan baik.

Turut hadir dalam acara penutupan tersebut, Ketua Panitia Pelaksana yang juga Sekretaris Kecamatan Rupat Utara beserta anggota, Danposramil Rupat Utara, Kapolsek Rupat Utara, Ketua LPTQ, Ketua LAMR Kecamatan Rupat Utara, Kepala KUA Rupat Utara, para Kades dan Pj. Kades se-Kecamatan Rupat Utara, Kepala UPT se-Kecamatan Rupat Utara, Dewan Hakim, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Tokoh Wanita, serta para tamu undangan lainnya.

Dengan berakhirnya MTQ XXIII Tingkat Kecamatan Rupat Utara Tahun 2025 ini, diharapkan semangat masyarakat dalam mempelajari, memahami, dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an akan semakin meningkat, sehingga nilai-nilai Qur’ani dapat terus membimbing kehidupan umat di Kecamatan Rupat Utara.

Indra srg, Melaporkan


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.