Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Pemberdayaan Forum Anak Tingkat Desa Teluk Rhu, Wujud Komitmen Pemerintah Desa dalam Perlindungan dan Partisipasi Anak

77
×

Pemberdayaan Forum Anak Tingkat Desa Teluk Rhu, Wujud Komitmen Pemerintah Desa dalam Perlindungan dan Partisipasi Anak

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Bengkalis , Kompas 1net– Pemerintah Desa Teluk Rhu, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, melaksanakan kegiatan Pemberdayaan Forum Anak Tingkat Desa pada Minggu, 12 Oktober 2025, bertempat di Aula Pertemuan Kantor Desa Teluk Rhu.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Penjabat Kepala Desa Teluk Rhu, Bapak Sopiyan, serta Camat Rupat Utara yang diwakili oleh Kasi Kessosbud, Bapak Adi Putra. Turut hadir pula Kapolsek Rupat Utara, Ketua Forum Anak Kecamatan, dan para peserta dari kalangan anak-anak serta remaja setempat.

Pemberdayaan Forum Anak ini merupakan langkah strategis pemerintah desa dalam menciptakan ruang partisipatif bagi anak-anak untuk menyuarakan aspirasi, memperjuangkan hak, dan berkontribusi aktif dalam pembangunan desa. Selain itu, forum ini juga berfungsi sebagai wadah pembinaan agar anak-anak dapat tumbuh menjadi agen perubahan yang positif di tengah masyarakat.

Kegiatan pemberdayaan ini mencakup pembentukan struktur forum anak di tingkat desa, pelatihan dasar kepemimpinan, sosialisasi hak-hak anak, advokasi, serta serangkaian kegiatan yang bertujuan meningkatkan kesadaran dan kapasitas anak-anak dalam menghadapi tantangan zaman.

Dalam sambutannya, Pj Kades Teluk Rhu, Bapak Sopiyan, menyampaikan bahwa keberadaan forum anak sangat penting dalam mendukung program-program perlindungan anak serta membangun desa yang ramah anak. Ia juga mengapresiasi antusiasme peserta yang menunjukkan semangat dan kepedulian terhadap masa depan generasi muda.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan anak-anak di Desa Teluk Rhu dapat semakin percaya diri, aktif, dan memiliki peran strategis dalam pembangunan sosial di lingkungannya.Indra.s.


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.