Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Pemkab Merangin Sertijab kan Camat Nalo Tantan Agus Salim ke Anggie Yuwana 

95
×

Pemkab Merangin Sertijab kan Camat Nalo Tantan Agus Salim ke Anggie Yuwana 

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MERANGIN, Kompas 1 net — Pemerintah Kabupaten Merangin menyelenggarakan acara Pengantar tugas dan Serah Terima Jabatan (Sertijab) di 12 Kecamatan yang pada tanggal 26 September 2025 yang lalu mengalami pergeseran dan pergantian Camat, diantaranya Camat Nalo Tantan pada Senin 06/10/2025

Acara yang dimulai pukul 12:00 WIB ini berlangsung dengan khidmat. Acara tersebut dihadiri oleh Asisten 1 Setda Kabupaten Merangin Sukoso,S.STP sebagai Ketua Tim 2 Pengantar Tugas dan Pisah Sambut Camat, jajaran Forkopimcam, Kepala Instansi Kecamatan, Kepala Desa se-Kecamatan Nalo Tantan tokoh masyarakat, serta perangkat kecamatan, dan hadir juga Kepala Desa se-kecamatan Bangko beserta pejabat dan Staf Kantor Camat Bangko.

Dalam sertijab, Agus Salim S.Pd.MM, selaku Camat lama secara resmi menyerahkan tugas, wewenang, dan tanggung jawab kepada Camat baru, Anggie Yuwana S.STP

Dalam sambutannya, Agus Salim selaku Camat lama menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan seluruh pihak selama masa kepemimpinannya. Ia berharap pembangunan dan pelayanan masyarakat yang telah berjalan dapat terus ditingkatkan.

Sementara itu, Camat baru Anggie Yuwana S.STP. menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program kerja yang sudah ada, sekaligus mendorong inovasi baru demi kemajuan Nalo Tantan untuk kedepannya sesuai dengan visi dan misi Bupati dan wakil Bupati Merangin.

“Kami siap bersinergi dengan semua pihak, mulai dari Forkopimcam, perangkat desa, tokoh masyarakat, hingga pemerintah daerah, agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal, mohon dukungan dan kerjasamanya” ucap Anggie.

Sebagai penutup, prosesi sertijab diakhiri dengan do’a Bersama untuk kelancaran Camat baru dan keberkahan Camat lama. kehangatan dalam acara tersebut menjadi penanda bahwa pergantian kepemimpinan di Kecamatan Nalo Tantan bukan sekedar seremonial, tetapi juga momen untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat sinergi untuk membangun kecamatan dalam kabupaten.

Ade Irawan (tores)
Sumber: Pemerintah Kecamatan Nalo Tantan


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.