Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Pembagian BLT DD Tahap 1 Tahun 2025 Di Desa Langling Berjalan Lancar

84
×

Pembagian BLT DD Tahap 1 Tahun 2025 Di Desa Langling Berjalan Lancar

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Merangin, Kompas 1 net- Desa Langling Kecamatan Bangko Kabupaten Merangin Provinsi Jambi mengadakan kegiatan penyerahan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) untuk Tahun Anggaran 2025 pada Triwulan I, yang berlangsung pada hari Jum’at, Tanggal 28 Maret 2025 pukul 09.30 WIB. Acara ini dihadiri oleh Kepala Desa, Camat, Pendamping Lokal Desa, BPD dan Penerima bantuan, serta Aparat Desa setempat.

Kehadiran dari berbagai pihak ini menunjukkan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan sosial yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan dilaksanakan di kantor Desa Langling yang menjadi tempat berkumpulnya seluruh peserta dan penerima bantuan pada acara tersebut.

Kegiatan utama dalam acara ini adalah penyerahan BLT DD kepada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap kesejahteraan masyarakat, serta untuk mengurangi dampak ekonomi yang dihadapi sebagian warga, terutama pasca pandemi dan masa-masa sulit lainnya.

Kepala Desa Langling Arsyah Mafadol, juga memberikan pengarahan terkait pentingnya pengelolaan anggaran yang cepat dan efisien sesuai dengan peraturan yang berlaku. Penyerahan BLT DD ini sangat penting karena merupakan salah satu langkah konkrit dalam memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Adapun Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang layak menerima bantuan tersebut berjumlah 20 (KPM), terhitung dari bulan Januari hingga Maret 2025 ini, dengan jumlah senilai Rp.300.000 perbulan dengan jumlah total Rp.900.000 per KPM.

“Harapan saya sebagai kepala Desa, bagi masyarakat yang menerima BLT ini dapat menggunakan uangnya dengan baik, baik untuk kebutuhan sehari hari meskipun uang segitu tentu sangatlah kurang.Namun,syukuri saja dan insya Allah bantuan seperti ini berkelanjutan dan saya meminta bagi yang tidak mendapatkan bantuan jangan berkecil hati, kami tidak memilih-milih karena kita hanya menyalurkan sesuai ketentuan pemerintah pusat,”. Ucap Kades

Terpisah. Camat kecamatan Bangko Anggie Yuwana, S.STP, MH dalam acara tersebut juga berpesan kepada Masyarakat yang menerima BLT untuk menggunakan bantuan tersebut secara bijak dan jangan disalahgunakan.

Beliau menekankan bahwa BLT DD bertujuan untuk membantu masyarakat yang layak terima dan rentan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Pergunakanlah uang ini untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari hari terutama untuk persiapan lebaran ini, semoga Uang ini bermafaat” jelas beliau.

Salah satu warga penerima bantuan BLT tersebut yang enggan menyebutkan namanya menyebutkan bahwa dirinya merasa sangat senang dengan bantuan BLT DD ini,

“alhamdulillah, kami sangat senang sekali atas bantuan ini, dengan bantuan ini sudah meringankan beban kami selaku masyarakat kurang mampu dan saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Desa yang sudah membantu kami atas pemberian bantuan BLT ini”. Ucapnya dengan raut wajah tersenyum.

Tores**


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.