Example floating
Example floating
Parlemen

DPRD Merangin Minta PLN Rayon Bangko Tingkatkan Pelayanan di Bulan Ramadhan dan Idul Fitri

46
×

DPRD Merangin Minta PLN Rayon Bangko Tingkatkan Pelayanan di Bulan Ramadhan dan Idul Fitri

Sebarkan artikel ini

Merangin, Kompas 1 net –  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merangin melalui Komisi III DPRD Merangin, meminta pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Bangko untuk meningkatkan pelayanan disaat bulan Puasa dan Hari Raya Idul Fitri. Hal tersebut disampaikan pihak Komisi III DPRD Merangin disaat hearing bersama pihak PLN Rayon Bangko di Gedung DPRD Merangin pada Senin (10/3/2025).

Berbagai keluhan disampaikan saat hearing yang dipimpin Ketua Komisi III DPRD Merangin, Alhanim Assodiqi dan anggota komisi seperti Toni Irawan, Mulyadi, Pahala Pasaribu, Aditya Nugrah dan M Haris.

Mulai dari pemadaman listrik yang dikeluhkan warga Merangin baru-baru ini, direspon cepat oleh dewan khususnya Komisi III DPRD Merangin yang membidangi masalah ini.

“Kita menegaskan agar PLN harus memastikan tidak ada pemadaman listrik selama Ramadan, terutama pada waktu-waktu krusial seperti sahur dan berbuka puasa,” ujar Alhanim Assodiqi.

Hearing yang dihadiri Manager PLN Rayon Bangko Aziz Susanto ini. Alhamim Assodiqi juga meminta pihak PLN harus meningkatkan pelayanan dan kesiapsiagaan terutama meningkatnya hujan belakangan ini.

“Kita tau, saat ini musim hujan yang bisa menganggu penyaluran listrik terutama saat bencana. Karena itu, kita mendukung PLN agar meningkatkan kesiapsiagaan,”ucapnya.

Selain itu, Dewan juga mendorong PLN memastikan seluruh peralatan pendukung dalam kondisi optimal. Karena ini penting untuk mencegah gangguan listrik yang bisa menghambat aktivitas ibadah masyarakat.

“Terutama semakin dekatnya hari raya Idul Fitri, kita menegaskan PLN bekerja optimal agar ibadah tidak terganggu,” pungkas Alhanim Assodiki.

Tores**

Example 120x600
Parlemen

Jakarta Anggota Badan Legislasi Baleg DPR RI Muhammad Khozin nilai persoalan masyarakat adat tidak dapat dilepas isu agraria khususnya menyangkut wilayah adat tanah ulayat serta masyarakat adat berada kawasan kehutanan menurutnya aspek kultur kebudayaan masyarakat adat memiliki keterkaitan erat persoalan penguasaan pengelolaan tanah mayoritas persoalan dihadapi masyarakat adat memiliki korelasi persoalan agraria masalah kewilayahan ada dua yaitu masalah kultur kebudayaan memang tidak bisa dilepas berbicara urusan agraria sangat berkorelasi mayoritas isu masyarakat adat ini dengan agraria ujar Khozin saat Rapat Dengar Pendapat Umum RDPU Baleg DPR RI Perhimpunan Pembela Masyarakat Adat Nusantara Gedung DPR RI Jakarta Rabu 7/10/2026 Foto Runi sai Khozin jelaskan persoalan berkaitan sejarah pertanahan Indonesia termasuk keberadaan hak kepemilikan sebelum berlaku Undang-Undang Pokok Agraria UUPA Tahun 1960 dalamnya termasuk hak tanah ulayat adat keberadaan masyarakat berada kawasan kehutanan persoalan telah berlangsung puluhan tahun akibat perbedaan pengaturan kewenangan antarinstansi kondisi akhirnya membuat masyarakat pihak paling terdampak konflik agraria kita sudah berpuluh tahun terbelenggu dengan ribut antarinstansi antarinternal negara yang menjadi korban dirugikan selalu masyarakat katanya Khozin nilai pengesahan Undang-Undang Pengaturan Reforma Agraria salah satu langkah putus persoalan regulasi dirancang tangani konflik agraria struktural termasuk persoalan terjadi wilayah masyarakat adat DPR sebelumnya telah sahkan UU Pengaturan Reforma Agraria instrumen selesaikan konflik pertanahan lindungi hak masyarakat adat setidaknya ini sudah satu langkah maju dengan pengaturan reforma agraria tutur legislator Fraksi PKB lebih lanjut Khozin soroti adanya mekanisme pengecualian bagi lokasi daerah mengalami konflik agraria struktural daerah adat telah ditetapkan lokasi prioritas reforma agraria nantinya dapat memperoleh mekanisme penyelesaian khusus sehingga tidak lagi terhambat berbagai ketentuan sektoral selama ini kendala ketika sudah ditetapkan menjadi lokasi prioritas reforma agraria maka tidak tunduk kepada undang-undang yang selama ini membelenggu dalam penyelesaian agraria jelasnya contoh sejumlah regulasi sektoral selama ini bersinggungan penyelesaian konflik agraria antara lain aturan bidang kehutanan BUMN perbendaharaan negara berbagai regulasi sektoral lainnya menurut Khozin pengaturan reforma agraria diharapkan dapat menjadi instrumen khusus menyelesaikan konflik secara lebih komprehensif ini kita istilahkan produk undang-undang lex specialis artinya ketika itu sudah termasuk titik-titik lokasi yang sudah disampaikan nanti akan diproteksi untuk diselesaikan oleh Badan Reforma Agraria ungkapnya Khozin juga nilai pembentukan penguatan kelembagaan menangani reforma agraria menunjukkan adanya perhatian pemerintah terhadap penyelesaian konflik agraria berharap langkah segera ditindaklanjuti melalui penyelesaian konkret berbagai konflik selama ini dialami masyarakat termasuk masyarakat adat political will Presiden isu penyelesaian konflik agraria ini perlu kita apresiasi bersama tidak perlu menunggu jeda satu bulan dua bulan hanya dalam hitungan hari langsung dilakukan pungkas Khozin pdt aha Parlementaria Jakarta DPR RI.`

Parlemen

Heboh SPMB 2026 60.131 kursi PTN kosong 9,58% daya tampung mubazir 17.816 maba mundur tidak daftar ulang diduga UKT mahal Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani bongkar di Unhas Makassar 2 Okt 2026 jangan sampai anak bangsa gagal kuliah ekonomi evaluasi total UKT bantuan jalur mandiri matikan PTS kuliah gratis 2027 butuh Rp93,7 T 2,83 juta mahasiswa total 4,4 juta bisa jebol Rp200 T UKT IPI biaya hidup nasib PTNBH Unhas pendapatan PTS megap-megap solusi KIP Kuliah alih PTS BOPT Swasta