Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Retno Marsudi: Kunjungan Presiden Jokowi ke Vietnam sangat strategis

27
×

Retno Marsudi: Kunjungan Presiden Jokowi ke Vietnam sangat strategis

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Kompas 1 Net- Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyebut kunjungan Presiden Joko Widodo ke Vietnam sifatnya sangat strategis, terutama dalam upaya Indonesia dan Vietnam mencapai visi negara berpenghasilan tinggi (high income country) pada 2045.

Dalam transkrip pernyataan persnya selama mendampingi kegiatan Presiden Jokowi di Ibu Kota Hanoi, Jumat, Menlu Retno mengatakan bahwa selain sebagai sesama anggota ASEAN, Vietnam juga menjadi salah satu mitra perdagangan yang penting serta tujuan investasi Indonesia.

“Terdapat lebih dari 32 perusahaan Indonesia yang beroperasi di Vietnam. Selain itu, Vietnam juga merupakan mitra pengembangan kerja sama teknologi yang juga sangat penting,” tutur Retno. Dalam Press Brief, Jumat(12/1/2024) malam.

Di antara agenda kunjungannya di Vietnam, Presiden Jokowi bertemu dengan Presiden Vo Van Thuong, di mana keduanya sepakat untuk terus meningkatkan kerja sama perdagangan-setelah target perdagangan 10 miliar dolar AS (sekitar Rp155,9 triliun) yang seharusnya ditetapkan untuk tahun 2023, ternyata tercapai pada 2022.

Di bidang industri berdaya saing, kata Retno, Presiden Jokowi menyambut baik komitmen investasi perusahaan otomotif Vietnam, VinFast, untuk mendukung pembangunan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

“Kedua pemimpin juga sepakat untuk terus berkolaborasi membangun ekosistem ekonomi digital, termasuk melalui keberadaan perusahaan unicorn Indonesia (di Vietnam),” tutur Retno.

Sementara di bidang ketahanan pangan, Retno menyebut kedua presiden berbagi pandangan yang sama mengenai penguatan rantai pasok sebagai kunci untuk mencegah krisis pangan.

Guna mewujudkan hal ini, keduanya sepakat untuk meningkatkan kerja sama suplai bahan pokok termasuk ekspor produk ikan Indonesia ke Vietnam.

“Terakhir, Bapak Presiden Jokowi menyampaikan apresiasi kepada Vietnam atas dukungan selama keketuaan Indonesia di ASEAN tahun lalu serta menyepakati upaya bersama untuk mendukung keketuaan Laos tahun ini. Kedua pemimpin juga sepakat untuk menjaga kesatuan dan sentralitas ASEAN dan membuat ASEAN terus mampu berkontribusi bagi perdamaian dan kemakmuran kawasan,” ujar Menlu Retno, dalam Press Brief, Jumat(12/1/2024) malam.

Seusai pertemuan, Presiden Jokowi dan Presiden Thuong menyaksikan pengumuman hasil (deliverables) kunjungan yaitu pertukaran dua nota kesepahaman (MoU) terkait kerja sama bidang perikanan dan kerja sama bidang teknologi informasi.

Selepas pertemuan bilateral, kedua presiden juga menyaksikan pertunjukan pencak silat Indonesia oleh personel Kementerian Pertahanan Vietnam di Quan Ngua Sports Complex.

Pencak silat telah ditumbuh kembangkan di Vietnam sejak 1989 hingga menghasilkan lebih dari 1.000 atlet Vietnam.


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.