Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Hadiri Milad dan Pengukuhan PDM serta PDA Muhammadiyah, Bupati Rohil : Pelopor Pendidikan di Tanah Air

36
×

Hadiri Milad dan Pengukuhan PDM serta PDA Muhammadiyah, Bupati Rohil : Pelopor Pendidikan di Tanah Air

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Rohil, Kompas 1 Net— Bupati Rokan Hilir (Rohil) Afrizal Sintong SIP, M.Si hadiri Milad Muhammaddiyah ke-111 dan Pengukuhan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) serta Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Rohil Periode 2022-2027, Rabu (20/12/2023) malam.

Pengukuhan yang bertemakan “Ikhtiar Menyelamatkan Semesta” yang dipusatkan di Masjid Muhammaddiyah, Bagan Hulu, Kecamatan Bangko tersebut tampak dihadiri Sekda Rohil H Fauzi Efrizal, Kabid IKP Diskominfotik Juliandra SH, Camat Bangko Aspri Mulya, Ketua PWM Riau DR Hendri Sayuti M. Ag, Ketua PWA Riau Hj. Hikmani M. Pd, Ketua PDM Rohil H Doddy Herdiana SH, Ketua PDA Rohil Ir. H Rahmalia serta berbagai unsur lainnya.

Ketua PDM Rohil terpilih H Doddy Herdiana dalam sambutannya menerangkan, bahwa beberapa waktu lalu dilaksanakan musyawarah daerah untuk menggantikan pengurus PDM yang lama.

“Alhamdulillah pelaksanaan musyawarah berjalan sukses dan sesuai aturan organisasi saya terpilih sebagai ketua PDM periode 2022-2027,” katanya.

Atas nama pribadi, H Doddy menyampaikan ucapan terimakasih atas kepercayaan kepada dirinya sebagai ketua PDM Kabupaten Rohil periode 2022-2027.

“Saya meminta kepada seluruh pengurus PDM agar senantiasa memikirkan program yang akan dijalan dan yang terpenting adalah bisa membatu dan mendukung seluruh program pemerintah daerah,” harapnya.

Ia juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bupati Rohil Afrizal Sintong atas kehadiran dan bantuan Pemerintah Daerah kepada organisasi Muhammadiyah.

Sementara itu, Bupati Rohil Afrizal Sintong dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus PDM dan PDA yang baru saja dikukuhkan.

Jika dilihat dari sejarah sebut Bupati, Muhammadiyah merupakan pelopor pendidikan di tanah air. Sebab, Muhammadiyah telah berdiri sejak tahun 1912 jauh sebelum Indonesia merdeka.

“Semoga bisa bersama-sama membangun daerah yang kita cintai ini. Tentunya pendidikan ditempat kita terus ditingkatkan bekerjasama dengan pengurus Muhammadiyah,” kata Bupati.

Bupati juga menyebutkan bahwa Pemerintah daerah akan senantiasa mendukung seluruh program yang akan dijalankan Muhammadiyah khusus di Kabupaten Rohil.

“Program-program Muhammadiyah akan kita dukung sepenuhnya untuk bersama membangun daerah. Karena kita tidak akan dapat berbuat sendiri dan butuh dukungan semua pihak,” pungkasnya.


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.