Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Hadiri Pembukaan MTQ Riau di Inhu, Bupati Rohil Serahkan Piala Bergilir

99
×

Hadiri Pembukaan MTQ Riau di Inhu, Bupati Rohil Serahkan Piala Bergilir

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Inhu, Kompas 1 Net– Bupati Rokan Hilir (Rohil) Afrizal Sintong S.IP M.Si bersama Ketua TP PKK Kabupaten Rohil Sanimar Afrizal menghadiri Pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an Ke XLI Tingkat Provinsi Riau Tahun 2023 di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), yang berpusat di Danau Raja, Sabtu (11/11/2023) malam.

Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Riau yang Ke XLI secara resmi dibuka oleh Gubernur ditandai dengan pemukulan bedug dan penekanan sirine didampingi jajaran Forkopimda Provinsi riau, Kementrian Agama Kanwil Riau para Bupati/Walikota, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Inhu.

Pada kesempatan itu, Bupati Rohil Afrizal Sintong menyerahkan piala bergilir kepada PLT Gubernur Edi Natar Nasution untuk diperebutkan kembali pada MTQ ke – 41 pada tahun 2023 ini. Rokan Hilir merupakan juara umum 2022 lalu.

Bupati Rohil Afrizal Sintong di Sela Kesibukannya mengatakan tujuan diadakannya kegiatan MTQ ini adalah untuk memasyarakatkan Al-Qur’an dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an di kehidupan masyarakat, sebagai media dakwah dan syiar islam dalam rangka meningkatkan peran masyarakat dalam membaca, mengkaji dan memahami nilai-nilai Al-Qur’an serta mengembangkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Selain itu, Bupati Rohil merasa optimis kafilah Rokan Hilir bisa memberikan penampilan terbaik sehingga dapat mempertahankan juara umum tahun lalu. “Memang tujuan utama sebenarnya adalah agar masyarakat kita bisa memahami dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, tapi menjadi juara umum juga kita harus optimis bisa,” harapnya. (Rilis)


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.